LANGIT7.ID-New York; Aryna Sabalenka lagi lagi menyedot perhatian karena berpenampilan glamor di US Open (AS Terbuka). Tampil dengan balutan perhiasan emas 127 karat, Sabalenka juga sempat menghentikan pertandingannya di AS Terbuka melawan Kamilla Rakhimova akibat tercium bau ganja yang menyengat, sebelum akhirnya melaju dengan mulus ke babak keempat di New York.
Unggulan pertama asal Belarus itu mengangkat masalah tersebut setelah unggul 3-0 di set pertama melawan petenis Uzbekistan, Rakhimova. Ia mengatakan kepada wasit Eva Asderaki-Moore bahwa "ada seseorang yang sedang merokok ganja".
Sabalenka meminta wasit untuk turun tangan "karena baunya sangat menyengat".
Asderaki-Moore lalu berbicara dengan petugas lain melalui radio dan memberi isyarat merokok kepada seseorang di belakangnya, sebelum pertandingan dilanjutkan.
Juara bertahan dua kali ini akhirnya meraih kemenangan meyakinkan 6-3, 6-4 di Lapangan Louis Armstrong, dalam perjuangannya meraih gelar tunggal Grand Slam kelima.
Usai pertandingan, Sabalenka mengaku tidak tahu dari mana asal bau ganja tersebut, tetapi meminta para penonton untuk lebih sadar lingkungan.
Merokok tidak diperbolehkan di area Flushing Meadows, namun bau ganja terkadang terbawa angin dari Taman Corona yang berada di dekatnya. Di New York, merokok ganja sendiri sah-sah saja bagi orang dewasa berusia 21 tahun ke atas.
"Agak sulit berkonsentrasi dengan bau seperti itu saat kamu berusaha tampil maksimal," ujar Sabalenka.
"Saya tidak tahu apakah itu berasal dari penonton atau dari luar, karena angin membawa bau itu masuk ke stadion."
"Saya hanya berharap mereka lebih sadar akan hal itu."
Sabalenka bukanlah pemain pertama di AS Terbuka tahun ini yang mengeluhkan bau ganja di Flushing Meadows.
Petenis Inggris Katie Boulter sebelumnya juga mengatakan hal itu mengganggu konsentrasi, sementara Harriet Dart dan Francesca Jones juga merasakan bau yang sama. Di tahun-tahun sebelumnya, pemain seperti Novak Djokovic dan Alexander Zverev juga pernah mengeluhkan hal serupa.
Kemenangan ini menandai kemenangan ke-16 beruntun Sabalenka di Flushing Meadows, saat ia berusaha menjadi wanita pertama sejak Serena Williams (2012–2014) yang meraih tiga gelar tunggal AS Terbuka berturut-turut.
Petenis berusia 28 tahun itu langsung menunjukkan pukulan khasnya sejak awal melawan Rakhimova, hanya kehilangan empat poin pada servisnya di set pertama yang penuh percaya diri.
Meskipun Rakhimova bermain lebih baik di set kedua, Sabalenka berhasil merebut break penting untuk unggul 5-4, sebelum menutup kemenangan dengan aman.
Sabalenka mencatatkan 10 ace berbanding dua dari Rakhimova, dan sama sekali tidak menghadapi satu pun break point.
Ia akan menghadapi Taylor Townsend, idola tuan rumah, untuk memperebutkan tiket ke perempat final. Townsend sebelumnya mengalahkan unggulan ke-15 asal Rusia, Diana Shnaider, dengan skor 6-2, 6-7 (3-7), 6-3.
Sementara itu, Karolina Muchova menjadi unggulan tertinggi di sektor putri yang tersingkir sejauh ini, setelah petenis peringkat tujuh dunia itu dikalahkan Emma Navarro.
Pegula Tampil Kurang Semangat, Tapi Akhirnya Bertahan dan Bisa MenangUnggulan ketiga asal Amerika, Jessica Pegula, tetap menjaga asa meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan Leylah Fernandez.
Pegula, yang kalah di final Flushing Meadows dua tahun lalu dari Sabalenka, menang 1-6, 6-4, 6-3 atas unggulan ke-31 asal Kanada itu.
Fernandez sempat menunjukkan kilasan permainan seperti saat ia melaju ke final AS Terbuka 2021 (kalah dari Emma Raducanu), dengan melesat menyelesaikan set pertama dalam waktu kurang dari 30 menit.
Namun Pegula bermain lebih sabar dan merebut break penentu di akhir set kedua – meskipun dibantu sedikit oleh bola yang mengenai net.
Ia menyelamatkan dua break point di awal set penentu, lalu mematahkan servis di game berikutnya dan menutup kemenangan dengan pukulan backhand voli.
"Aku tidak menggerakkan kaki dengan baik ke arah bola, dan agak malas di awal," kata Pegula yang berusia 32 tahun.
"Aku harus berjuang keras. Aku bersyukur bisa menemukan ritme di set kedua dan membalikkan keadaan."
Pegula akan menghadapi unggulan ke-16 asal Rumania, Sorana Cirstea, di babak keempat setelah Cirstea mengalahkan unggulan ke-19 asal Italia, Jasmine Paolini, 6-3, 6-3.
Di pertandingan lain, unggulan ketujuh asal Ceko, Muchova, kalah 6-3, 7-5 dari unggulan ke-26 asal Amerika, Navarro.
Muchova tampil di turnamen pertamanya setelah menjalani operasi kecil pasca-lolos ke final Wimbledon Juli lalu.
Navarro selanjutnya akan menghadapi unggulan kesembilan asal Ukraina, Elina Svitolina, atau unggulan ke-21 asal Rusia, Anna Kalinskaya, di babak keempat.
Unggulan ke-11 asal Ukraina, Marta Kostyuk, juga lolos ke 16 besar setelah mengalahkan Ekaterina Alexandrova 6-3, 6-2, dan akan bertemu juara Wimbledon, Linda Noskova, selanjutnya.
Di sektor ganda putri, pasangan Inggris Harriet Dart dan Maia Lumsden mengeliminasi Petra Marcinko (Kroasia) dan Oleksandra Oliynykova (Ukraina) dengan skor 7-5, 6-3 untuk melaju ke babak kedua.(*/saf/bbc)
(lam)