LANGIT7.ID-New York; Unggulan pertama Alexander Zverev berhasil melewati ujian babak kedua di US Open pada Kamis malam, dengan mengalahkan petenis Prancis Quentin Halys melalui skor 6-4, 4-6, 7-6(3), 6-7(3), 6-3.
Merasa puas dengan kemenangan yang diraihnya sampai sampai lepas kaos sambil berteriak keras.
Pelampiasan itu memang wajar.
Karena dua hari setelah memulai kampanyenya dengan kemenangan maraton selama 4 jam 53 menit — yakni kemenangan lima set atas Lorenzo Sonego — Zverev kembali harus mengerahkan tenaga sebanyak banyaknya. Hasilnya, kali ini ia menang setelah bermain selama 4 jam 33 menit untuk tetap menjaga asa meraih gelar mayor kedua dan gelar pertama di Flushing Meadows.
Di malam yang lembap, Zverev dan Halys bertarung hingga pukul 02.15 dini hari Jumat waktu setempat, sangat cocok untuk kota yang tak pernah tidur ini.
"Penampilannya cukup menyebalkan, jujur saja," ujar Zverev dengan blak-blakan dalam wawancara di lapangan. "Tapi saya menang, dan itulah yang terpenting. Saya di sini lagi selama empat setengah jam lebih. Pukul 02.15 lagi."
Petenis berusia 29 tahun yang tahun ini memenangkan Roland Garros ini berharap bisa menemukan ketepatan pukulan groundstroke yang lebih akurat selama dua pekan ke depan. Pemain peringkat No. 2 dalam Peringkat ATP ini kehilangan ciri khasnya dalam bermain dari garis belakang dan rentan melakukan kesalahan pukulan forehand di momen-momen krusial. Namun, di poin-poin kritis seperti tie-break set ketiga, Zverev mengandalkan servis kerasnya untuk keluar dari tekanan. Halys sempat unggul 4-1 di set ketiga dan bahkan memiliki satu peluang break untuk keunggulan 5-1. Tapi Zverev bangkit dan merebut set selama 75 menit yang melelahkan itu.
Zverev melontarkan 29 ace sepanjang malam dan menciptakan 20 peluang break, dengan lima di antaranya berhasil dikonversi. Ia tampak lebih segar daripada lawannya seiring berjalannya pertandingan, dan akhirnya mengamankan kemenangan lima set kedua berturut-turut untuk melaju ke babak ketiga.
"Itulah alasan saya pergi ke gym," kata Zverev yang langsung melepas kausnya usai memenangkan match point. "Itulah alasan saya pergi ke lintasan lari dan berlatih — agar bisa keluar sebagai pemenang di momen-momen sulit seperti ini, saat Anda tidak bermain terbaik, saat Anda tidak mencetak winner ke sana kemari, tapi tetap bisa melewati pertandingan seperti ini."
Zverev yang menjadi finalis di Flushing Meadows pada 2020 (saat itu kalah dari Dominic Thiem setelah unggul dua set lebih dulu) kini membidik langkah lebih jauh. Ia berkompetisi sebagai unggulan pertama di turnamen mayor untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Lawan Zverev selanjutnya adalah unggulan ke-25 Alejandro Tabilo, yang sudah menjadi lawan akrab di ajang Grand Slam Amerika ini. Zverev mengalahkan petenis asal Chili itu di babak pertama US Open tahun lalu, sekaligus memperbaiki rekor pertemuan mereka menjadi 2-0 dalam seri Lexus ATP Head2Head.(*/saf/atptour)
(lam)