LANGIT7.ID-New York; Alexander Zverev nyaris tersingkir di babak pertama US Open, namun berhasil selamat setelah mengalahkan petenis Italia, Lorenzo Sonego, dengan skor 6-4, 3-6, 6-7(7), 7-5, 6-4 dalam laga sengit yang baru selesai pukul 01.55 dini hari Rabu waktu setempat.
Bermain sebagai unggulan teratas di turnamen mayor untuk pertama kalinya, petenis Jerman ini sempat berada dua poin dari kekalahan saat meladeni servis di kedudukan 4-5, 30/30 pada set keempat. Namun, ia berhasil mengambil alih kendali dan menjaga asa juaranya tetap hidup setelah pertarungan selama 4 jam 53 menit.
"Saya hanya bersyukur bisa menang. Itu saja," ujar Zverev yang tampak lega. "Pertarungan yang luar biasa. Banyak naik turunnya. Hampir lima jam untuk babak pertama. Saya pikir ini adalah pertandingan babak pertama terpanjang yang pernah saya mainkan dalam hidup. Jadi, saya acungi jempol untuk dia, dia bermain luar biasa hari ini. Dia pasti bisa mengalahkan banyak pemain lain, tapi saya senang bisa melangkah maju."
Zverev datang ke pertandingan ini dengan rekor sempurna 6-0 atas Sonego di Lexus ATP Head2Head, tetapi sejarah itu tak berarti banyak saat petenis peringkat 89 dunia tersebut tampil agresif dengan sering maju ke net dan nyaris membuat Zverev tumbang.
Juara Roland Garros tahun ini, yang juga pernah mencapai final Grand Slam pertamanya di New York pada 2020, memulai laga dengan performa di bawah standar, terutama karena banyak melakukan kesalahan pukulan forehand yang tak biasa. Seiring berjalannya pertandingan, pergerakan Zverev semakin lincah dan kualitas pengembaliannya membaik; ia menciptakan 22 peluang break dan mengonversi lima di antaranya sepanjang laga.
Zverev sempat punya peluang untuk memenangkan set ketiga saat memimpin 6/7 di tie-break, tetapi peluang itu digagalkan oleh Sonego (31 tahun) yang dengan berani maju ke depan dan menyambar bola dengan smash winner yang memantul hingga ke tribun penonton. Beberapa saat kemudian, Zverev yang tegang melakukan double fault, yang membuatnya tertinggal 1-2 dalam jumlah set.
Lebih dari separuh peluang break Zverev tercipta di set keempat yang penuh drama, saat petenis dengan 25 gelar level tur ini mulai membalikkan keadaan menuju comeback yang tak terlupakan. Hanya berselang tujuh menit dari batas waktu lima jam pertarungan, ini menjadi pertandingan Grand Slam terpanjang kedua bagi Zverev. Hanya kekalahan di semifinal Australia Open bulan Januari lalu dari Carlos Alcaraz yang lebih lama (5 jam 27 menit).
"Ini persis jenis pertandingan yang saya butuhkan. Dua turnamen terakhir saya kesulitan," ujar Zverev, merujuk pada rekor 2-2-nya di turnamen ATP Masters 1000 di Montreal dan Cincinnati. "Kadang hal-hal baik terjadi setelah kita berjuang melewati pertandingan seperti ini. Saya berharap itu yang terjadi di turnamen ini untuk saya."
Melaju ke babak kedua, Zverev selanjutnya akan berhadapan dengan petenis Prancis, Quentin Halys. Pemain peringkat 2 dunia di PIF ATP Rankings ini memimpin rekor pertemuan Lexus ATP Head2Head 2-0, dengan kedua pertemuan terjadi tahun ini (Miami dan Roland Garros). Zverev memegang rekor kemenangan terbanyak di level tur musim ini dengan 47 kemenangan, termasuk 19 di ajang Grand Slam.(*/saf/atptour)
(lam)