LANGIT7.ID, Jakarta - - Sebanyak lima orang warga di RW 06 Kampung Beting, Kelurahan Koja, Jakarta Utara, diduga menjadi korban keracunan nasi kotak yang dibagikan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kelima orang tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja untuk diberikan penanganan intensif.
Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, membesuk lima orang warga Kelurahan Koja tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar korban masih anak-anak.
Baca juga: Gelar Aksi Serentak di 24 Provinsi, Ini 4 Tuntutan KSPI"Dari 23 korban keracunan yang dirawat, masih tersisa lima orang warga yang menjalani perawatan dan sebagian besar anak-anak," kata Ali dikutip dari akun media sosial Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Utara, Selasa (26/10).
Dalam kunjungannya, Ali turut memberikan semangat dan perhatian kepada warga yang menjalani perawatan intensif agar cepat pulih dan beraktivitas seperti biasanya.
Lebih lanjut, Ali turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu para korban, sejak awal kejadian maupun hingga saat ini. Ia menegaskan kejadian tersebut menjadi pembelajaran semua pihak terkait dan berharap kasus ini tidak terulang kembali nantinya.
Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Giring Ganesha, telah menyampaikan permohonan maafnya terkait insiden keracunan nasi kotak ini. Ia pun telah meminta kepada kader PSI DKI Jakarta untuk mendampingi sejumlah korban selama 24 jam.
"Kami di sini untuk benar-benar (menunjukkan) ada rasa simpati dan tanggung jawab," kata Giring.
Baca juga: Skuat Garuda Muda Kalah Tipis 2-3 dari Australia U-23Atas hal tersebut, pengurus wilayah PSI DKI Jakarta juga memberikan santunan kepada para korban. PSI juga sedang melakukan investigasi internal terhadap kader pengurus daerah PSI di Jakarta Utara.
Ketua DPD PSI Jakarta Utara, Darma Utama, menjelaskan bahwa pembagian makanan siap saji itu merupakan program Rice Box PSI yang digelar sejak April 2021 dan tidak pernah bermasalah.
"Sampai hari ini sudah dibagikan lebih dari 300 ribu di seluruh Indonesia. Selama ini, sama sekali tidak ada masalah. Kejadian seperti di Kampung Beting itu adalah yang pertama kali," kata Darma.
Menurutnya, program Rice Box PSI esensinya sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Meski begitu, Darma menyatakan bahwa insiden itu murni kelalaian semata tanpa unsur kesengajaan. (Sumber: Antaranews)
Baca juga: Frekuensi Gempa di Salatiga-Ambarawa Kian Menurun(asf)