Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 15 September 2026
home sports detail berita

Alexander Zverev Mendadak Berubah Menjadi Makin Ganas di US Open 2026

sururi al faruq Selasa, 15 September 2026 - 05:00 WIB
Alexander Zverev Mendadak Berubah Menjadi Makin Ganas di US Open 2026
LANGIT7.ID-New York; Ini benar benar jadi kejutan di penutupan grand slam. Alexander Zverev dengan mudah sukses mengalahkan Ben Shelton di final tunggal putra US Open 2026 untuk meraih gelar major keduanya di tahun 2026. Ini sebuah musim yang sepenuhnya mengubah tingkat keberhasilannya di panggung Grand Slam bagi Zverev.

Penampilan pertama Alexander Zverev di 40 babak utama Grand Slam hampir menghancurkannya. Namun pada 2026, petenis Jerman yang tiba-tiba menjadi juara Grand Slam dua kali itu telah bangkit kembali.

Zverev menumbangkan Ben Shelton pada Minggu di Stadion Arthur Ashe dengan skor 6-3, 7-6(2), 5-7, 6-2. Ini mempertegas statusnya sebagai pemain ATP paling dominan sepanjang musim Grand Slam. Petenis berusia 29 tahun itu mencatat rekor 25-2 di empat turnamen major dalam musim yang akhirnya membebaskannya dari beban yang selama ini menghantui, sekaligus menjadikannya pemain yang mampu memberikan kemenangan besar di panggung besar.

"Zverev telah berkembang. Ini adalah versi terbaik Zverev yang pernah kita lihat," kata John McEnroe, yang mengomentari laga final tersebut untuk ESPN pada Minggu.

Dan betapa besar perbedaan yang terjadi hanya dalam empat bulan.

Sebelum musim semi tahun ini, karier Grand Slam Zverev sebagian besar identik dengan patah hati.

Ada tiga kekalahan di tiga final major pertamanya, salah satunya tepat di Flushing ini, setelah unggul dua set melawan Dominic Thiem di final 2020, tiba tiba berubah tiga set berikutnya dilibas oleh lawannya, Dominic Thiem dari Austria. Ada pula cedera pergelangan kaki yang mengancam karier, yang dialaminya saat semifinal epik melawan Rafael Nadal di Roland Garros pada 2022, menyebabkan beberapa ligamen di pergelangan kaki kanannya robek dan memerlukan operasi rekonstruksi.

Ada kegugupan, keraguan, dan segudang tanda tanya yang terus membayangi.

Seperti awan yang menggantung di atas Stadion Arthur Ashe sebelum final putra hari Minggu, semuanya kini telah sirna.

Petenis Jerman setinggi 188 cm itu menjalani 40 turnamen major pertamanya dengan penuh patah hati. Lalu segalanya berubah di Paris musim semi ini, ketika Zverev memanfaatkan undian yang terbuka lebar dan melesat meraih gelar Grand Slam pertamanya.

"Jika saya kalah di laga ini, kepercayaan diri saya akan turun drastis," aku Zverev setelah kemenangan lima setnya atas Flavio Cobolli pada Juni. "Tapi sekarang setelah saya memenangkannya, saya merasa bisa melakukannya lagi."

Kata-kata Zverev terbukti benar pekan ini di New York. Dengan Novak Djokovic tersingkir di putaran pertama dan Carlos Alcaraz gugur di perempat final, Zverev tidak membiarkan statusnya sebagai favorit utama mengganggu ketenangannya. Ia melaju melalui akhir pekan final seperti pemain yang sudah pernah mengalami dan melakukannya.

Semakin matang di setiap putaran, Zverev merebut 15 dari 16 set terakhirnya pekan ini. Ia mendominasi Shelton di final hari Minggu dengan penampilan yang begitu tenang hingga tidak pernah benar-benar terasa berada dalam bahaya.

Ketenangan itu—yang sebelumnya tidak pernah menjadi bagian dari senjata Grand Slam Zverev—telah menjadi kunci kebangkitannya pada 2026. Terbebas dari belenggu perjuangan bertahun-tahun untuk memenuhi ekspektasinya sendiri dan ekspektasi orang lain di turnamen major. Ini yang membuat Zverev bermain tanpa beban.

"Saya rasa luka dari final 2020 itu langsung hilang setelah saya menang di Paris," kata Zverev dalam konferensi pers pasca menjadi juara US Open. "Sebelum menang di Paris, saya merasa sangat tertekan sepanjang waktu karena selalu ada tanda tanya: Apakah saya bisa pernah menang grand slam? Yang saya pikirkan sekarang adalah bahwa bermain di final seperti ini justru lebih menyenangkan."

Pada 2026, Zverev akhirnya meninggalkan masa lalu, menghapus keraguan, dan berlari dengan berani menuju masa depan.

Kini setelah meraih dua gelar Grand Slam pertamanya pada 2026, pertunjukan Zverev mungkin baru saja dimulai.(*/saf/usopen)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 15 September 2026
Imsak
04:21
Shubuh
04:31
Dhuhur
11:51
Ashar
15:05
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan