Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Begini Pandangan Islam Terhadap Perusak Rumah Tangga Orang Lain

muhammad rifai akif Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:29 WIB
Begini Pandangan Islam Terhadap Perusak Rumah Tangga Orang Lain
Islam melarang seseorang menjadi orang ketiga dalam kehidupan rumah tangga orang lain. Foto : LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Beberapa tahun belakangan, istilah pelakor atau perebut laki orang tengah tren dan menjadi viral. Sebutan ini sendiri muncul karena banyaknya kasus perselingkuhan dalam rumah tangga yang diekspos di media sosial.

Hadirnya orang ketiga di tengah pasangan suami istri yang sah kerap dituding sebagai penyebab rusaknya rumah tangga. Tak hanya perempuan saja yang bisa jadi orang ketiga, laki-laki pun punya peluang yang menjadi perebut istri orang.

Berbicara perselingkuhan, tentu saja tak bisa serta merta menyalahkan orang ketiga, karena faktanya perselingkuhan terjadi atas kesepakatan dua orang. Meski begitu, kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga yang sah, kerap dikeluhkan pasangan suami-istri. Sebab bisa menjadi pemicu keretakan hubungan suami istri.

Baca juga : Hukum Pernikahan Menurut Syekh Utsaimin hingga Imam Syafi'i

Dilihat dari sisi etika, jelas perilaku ini tidak sesuai dengan norma sosial di masyarakat. Apalagi melihatnya dari sisi agama, tentu agama mana pun melarang umatnya melakukan perbuatan tersebut.

Menanggapi permasalahan tersebut, Syekh Ahmad Al Mishry pendakwah asal Mesir yang dihubungi Langit7 pada Jumat (22/10/2021) menjelaskan mengenai larangan menjadi orang ketiga atau pelakor dalam rumah tangga seseorang.

"Rasulullah SAW dengan lugas melarang seorang perempuan yang bertindak sebagai pelakor untuk menuntut laki-laki menceraikan istri sahnya." terang pendakwah yang akrab dipanggil Syekh Mishry.

Apalagi sang pelakor tersebut punya maksud ingin menguasai hak-hak dari sang istri seperti harta kekayaan dan suaminya.

Hal tersebut tercantum dalam hadits :

"Dari Abu Hurairah yang sampai kepada Rasulullah , ia bersabda, ‘Janganlah seorang perempuan meminta perceraian saudaranya untuk membalik (agar tumpah isi) nampannya,'"(HR. Tirmidzi).

Perempuan yang hadir sebagai pihak ketiga, jika terus berlanjut hubungannya, lama-kelamaan akan menjadi duri yang merusak.

"Dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyyah dijelaskan bahwa merusak di sini adalah mengompor-ngompori untuk minta cerai atau menyebabkan bercerai." Ucapnya.

ﻣَﻦْ ﺃَﻓْﺴَﺪَ ﺯَﻭْﺟَﺔَ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﺃَﻱْ : ﺃَﻏْﺮَﺍﻫَﺎ ﺑِﻄَﻠَﺐِ ﺍﻟﻄَّﻼَﻕِ ﺃَﻭِ ﺍﻟﺘَّﺴَﺒُّﺐِ ﻓِﻴﻪِ ، ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺗَﻰ ﺑَﺎﺑًﺎ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ ﻣِﻦْ laﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﻜَﺒَﺎﺋِﺮِ ” ﺍﻧﺘﻬﻰ

“Maksud merusak istri orang lain yaitu mengompor-ngompori untuk meminta cerai atau menyebabkannya, maka ia telah melalukan dosa yang sangat besar.” (Mausu’ah Fiqhiyyah 5/291)

"Jadi, merusak rumah tangga orang lain merupakan dosa besar, yang menyebabkan rumah tangga pasangan muslim menjadi hancur dan tercerai-berai." tegas Syekh Mishry.

Pasangan muslim yang bercerai adalah impian bagi setan penggoda. Bagi setan, pasangan muslim bercerai adalah prestasi besar. Karena itu, setan tidak akan berhenti menggoda manusia dengan segala tipu muslihatnya, agar rumah tangga menjadi berantakan.

Baca juga : Peristiwa Penting di Bulan Shafar, Dari Pernikahan Nabi hingga Perang Khaibar

Syekh Ahmad lalu menjelaskan sebuah hadits dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR. Muslim)

"Saran saya, jangan membuka peluang, karena setan bisa masuk dengan mudah. Batasi penggunaan sosial media. Karena di zaman ini setan gampang masuk lewat peluang itu (sosmed)." tutup Syekh Ahmad Al Mishry.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)