LANGIT7.ID - Bulan Shafar adalah bulan kedua dalam penanggalan hijriyah. Jika dilihat secara etimologi, shafar dalam bahasa Arab berarti kosong, kuning, dan nama dari penyakit.
Masyarakat Arab Jahiliah pada masa lampau menganggap bulan membawa bencana. Pemikiran buruk lainnya adalah larangan menggelar kegiatan penting seperti pernikahan dan khitan karena dinilai menjemput kesialan.
Maksud ‘kosong’ ini dikarenakan kebiasaan orang-orang zaman dahulu meninggalkan rumah atau kediaman mereka, sehingga kosong untuk berperang atau bepergian jauh.
Ketika Islam datang, segala pemikiran yang keliru tersebut dibantah oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah, “Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan karena bulan Shafar.”
Malah di masa Rasulullah SAW, banyak peristiwa penting terjadi di bulan Shafar, berikut di antaranya.
1. Pernikahan Baginda Nabi Muhammad SAW dengan Sayyidatina KhodijahSayyidatina Khadijah adalah seorang yang memiliki akhlak terpuji, wajah rupawan dan harta gemilang. Hal itu yang membuat beliau terhormat, terpandang, dan terkenal di kalangan masyarakat Arab.
Sayyidatina Khadijah juga merupakan wanita cerdas, karena memilih Rasulullah SAW sebagai suami. Ia telah mengamati tanda-tanda nubuwwah dalam diri Nabi SAW. dengan tanda yang dibaca dalam Kitab Samawi sebelumnya dan kejadian yang disaksikan langsung oleh Maisaroh, ia memberanikan diri melamar Rasulullah SAW.
2. Pernikahan Sayyidatina Fatimah dengan Sayyidina Ali bin Abi ThalibKisah cinta antara Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidatina Fatimah Az-Zahra adalah cinta luar biasa indah, cinta yang selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun ekspresi. Hingga akhirnya Allah Ta’ala menyatukan mereka dalam sebuah ikatan suci pernikahan. Konon, karena saking teramat rahasianya, setan saja tidak tahu urusan cinta mereka.
3. Rasul Mulai Berhijrah di Akhir Bulan ShafarMenurut Syaikh Safiyurrahman Al-Mubarakfuri, Nabi Muhammad SAW mulai berhijrah pada malam 27 Shafar pada tahun ke-14 selepas diangkat menjadi nabi.
Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam memaknai hijrah dengan mengutip Surah An-Najm ayat 42, mengatakan, janganlah kau berpindah dari alam ke alam karena kau akan seperti keledai penggilingan, di mana tujuan yang sedang ditempuhnya adalah titik mula ia berjalan. Tetapi berpindahlah dari alam kepada penciptanya. Allah berfirman, “Hanya kepada Tuhanmu titik akhir tujuan,”
4. Perang AbwaPerang ini terjadi pada bulan shafar tahun 2 H/623 M. Waddan adalah suatu daerah yang terletak 250 km di tenggara Kota Madinah. Jumlah pasukan Islam dalam perang ini sebanyak 70 orang dari kalangan sahabat Muhajirin saja, dan dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW.
Perang ini disebabkan segerombolan kafilah Quraisy Mekah melewati wilayah Waddan. Sebagaimana kita ketahui, orang-orang kafir Quraisy telah mengobarkan peperangan terhadap kaum muslimin sejak awal kedatangan Islam. mereka mengambil harta umat Islam dengan cara yang zalim.
Rasulullah SAW yang mengetahui mereka melewati wilayah Madinah pun mencegat mereka. Tidak terjadi kontak fisik dalam peristiwa ini. Terjadi perjanjian damai antara Rasulullah SAW dengan Amr bin Makhsyi Adh-Dhamiri.
5. Perang KhaibarPerang Khaibar adalah perang besar melawan kekuatan Yahudi terkuat di jazirah Arab. Penyebab perang Khaibar adalah karena yahudi Bani Nadhir yang setelah terusir di Madinah lalu menetap di Khaibar menimbulkan permusuhan melawan umat Islam. Mereka berusaha memprovokasi bangsa Arab untuk melawan Rasulullah SAW.
Khaibar merupakan lahan subur pertanian yang terletak di utara Madinah. Jaraknya dari Madinah yaitu delapan barid (sekitar 96 mil/154 km). Perkampungan ini dikelilingi benteng-benteng pertahanan yang berlapis-lapis.
Di bawah pimpinan Sayyidina Ali bin Abi Thalib benteng Khaibar bisa ditembus, pasukan muslim pun berbondong-bondong masuk ke dalam kota.
Tidak lama kemudian Yahudi Khaibar yang terkenal congkak dan licik itu menyerah kalah. Peperangan Khaibar berlangsung hingga bulan shafar.
Sumber: Kitab Mandzhumah Syarhil Atsar karangan Al-Habib Abu BAkar Al-Adni dari unggahan instagram @habibumar_indonesia.(jqf)