LANGIT7.ID - Meski menyatu dengan bangunan-bangunan tua, kondisi lingkungan yang bersih dan bebas polusi membuat kawasan ini tampak seperti kota-kota di Eropa. Sisi kanan dan kiri Kali Besar trotoar telah diberi paving block untuk pejalan kaki dan guiding block yang memudahkan para penyandang disabilitas.
DKI Jakarta memang dikenal dengan jumlah kepadatan penduduknya, kemacetan, banjir, hingga polusinya. Nyatanya, Ibu Kota Republik Indonesia memiliki tempat wisata halal yang patut dikunjungi. Salah satunya adalah Kali Besar di kawasan Kota Tua yang berada di Jakarta Barat.
Diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI saat itu Sandiaga Uno, kawasan Kali Besar telah dibuka secara umum. Revitalisasi Kali Besar tersebut sejatinya sudah dimulai sejak tahun 2016 silam dengan Budi Lim sebagai arsiteknya. Dan penataan Kali Besar terinspirasi dari sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul, Korea Selatan.
Saat berjalan di trotoar, sobat langit7 disuguhkan bangunan-bangunan berarsitektur kuno dan cagar budaya yang ada di sisi kanan dan kiri Kali Besar. Di trotoar juga terdapat beberapa patung seperti orang yang sedang duduk di kursi dan membaca, berdiri dan patung orang yang tengah menyapu. Hal itu sangat menunjang kebutuhan pengunjung yang ingin melakukan selfie atau berswafoto bersama.
Setiap sisi Kali Besar itu telah diberi dinding tembok yang dibentuk menyerupai kursi huruf "U" yang dilengkapi dengan berbagai jenis tanaman. Tanaman-tanaman ini mempercantik kawasan yang tadinya terlihat kumuh kini sudah jadi kawasan yang bersih. Sehingga, pengunjung bisa duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan di sekitarnya.
Di tengah kali juga terdapat jembatan budaya yang menghubungkan sisi kiri timur dan barat. Dari jembatan yang diresmikan mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjelang akhir masa jabatannya itu, para pengunjung bisa menikmati pemandangan air Kali Besar yang tampak kehijauan. Sistem filterisasi air juga dibangun di kawasan Pasar Asemka, yang memungkinkan aliran air ke Kali Besar tetap bersih dan tenang. Tak ketinggalan, trotoar apung turut disediakan dan terletak di sisi kali.
Meski terbilang sederhana, tapi Kali Besar ini menjadi destinasi yang recomended dan sangat cocok dikunjungi waktu sore hari bersama orang terdekat maupun kerabat saat weekend tiba. Kawasan ini juga dibuka untuk publik selama 24 jam. Berbagai fasilitas yang layak dijadikan objek wisata dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi maupun pariwisata.
Bagi para pengunjung yang menggunakan kendaraan roda atau empat, tidak perlu khawatir. Sebab, telah disediakan beberapa tempat parkir di area tertentu dan pastinya tidak mengganggu lalu lintas di pengguna jalan lainnya. Sementara ini, area parkir terletak di Jalan Cengkeh.
Sedangkan untuk pengguna bus transjakarta, telah disediakan halte Kali Besar Barat yang berdiri tepat di depan pintu masuk kawasan Kali Besar. Bagi sobat langit7 yang ingin mengunjungi Kali Besar tanpa membawa kendaraan, cukup berjalan kaki dari alun-alun Fatahillah.
(sof)