LANGIT7.ID, Jakarta - Juventus menderita kekalahan keduanya di kandang setelah dipaksa menyerah 1-2 dari tamunya, Sassuolo, dalam lanjutan Liga Italia pekan ke-10, Rabu (27/10) malam WIB. Kekalahan ini membuat Juventus tertahan di peringkat kedelapan klasemen.
Bermain dihadapan pendukungnya sendiri, JJ Stadium, Juventus melakoni laga dengan baik. Bahkan, beberapa peluang mencetak gol sempat didapatkan sejak menit awal.
Sassuolo rupanya mampu mengimbangi permainan Si Nyonya Tua. Bahkan, Neroverdi mampu unggul 1-0 setelah Davide Frattesi mencetak gol di menit ke-44 babak pertama.
Juventus mencoba bangkit di babak kedua. Hasilnya, Weston McKennie berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat golnya pada menit ke-76.
Setelahnya, Juventus tampil kian impresif untuk mencari gol tambahan. Sementara Sassuolo bermain lebih hati-hati agar tidak kebobolan.
Di saat pertandingan sepertinya akan berakhir imbang, Juventus malah kebobolan di pengujung laga atau pada menit ke-90+5'. Adalah Maxime Lopez yang menjadi penentu kemenangan Neroverdi atas Juventus.
Seusai laga, pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, menyayangkan kekalahan ini. Menurutnya, Juventus memiliki banyak peluang untuk mencetak gol.
"Kami seharusnya lebih terorganisir, terutama di akhir pertandingan. Ini adalah pertandingan yang aneh, karena melihat kenyataannya anda tidak bisa menang," kata Allegri kepada DAZN, seperti dikutip dari Football Italia, Kamis (28/10).
Allegri menyebut timnya memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol di laga ini. Namun, Bianconneri terlalu panik di akhir pertandingan. Ia pun mempertanyakan mentalitas para pemainnya.
"Kami memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol, tetapi jika anda tidak punya mentalitas, semuanya menjadi lebih sulit," terangnya.
"Ini jelas bukan masalah pemain, ini masalah mentalitas. Juventus tidak pernah kebobolan gol seperti hari ini, dan itu tidak boleh terjadi lagi," jelasnya.
Allenatore berusia 54 tahun itu juga tak segan memuji permainan Sassuolo yang bermain sangat baik di laga ini. "Sassuolo memiliki keterampilan teknis yang hebat, mereka bermain bagus dalam serangan balik."
(sof)