LANGIT7.ID, Jakarta,- - Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang,
KH Marzuqi Mustamar, mengungkapkan dirinya
batal menunaikan ibadah umrah setelah mendapat pemberitahuan
tidak diizinkan memasuki wilayah Arab Saudi.
Kabar tersebut disampaikan
Kiai Marzuqi melalui sebuah ceramah yang videonya beredar di media sosial pada Ahad (11/10/2026). Dalam rekaman itu, mantan Ketua PWNU Jawa Timur tersebut menceritakan bahwa dirinya sudah bersiap naik pesawat sebelum menerima informasi mengenai larangan masuk ke Arab Saudi.
Baca juga: Batal Umrah, Selmadena Menantu Amien Rais: Ternyata Lebih Nyesek di Hari H Keberangkatan“Saya nggak jadi umrah bersama Paklek Buk, karena sudah akan naik pesawat, tahu-tahu dipanggil, 'Nggak boleh masuk Saudi'. Yang membuat pernyataan nggak boleh masuk ya Saudi sendiri,” kata KH Marzuqi, dikutip Selasa (12/10/2026).
Ia menjelaskan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Riyadh telah berupaya menjalin komunikasi dengan otoritas keamanan Arab Saudi untuk menindaklanjuti persoalan tersebut namun belum membuahkan hasil.
Kiai Marzuqi menyebut pihak KJRI Riyadh telah beberapa kali melakukan lobi kepada otoritas keamanan Saudi yang disebutnya sebagai PSS.
“Kemudian KJRI Riyadh beberapa kali melobi pihak otoritas Saudi yang bagian security, PSS namanya, sampai dapat WA belum diizinkan,” ujarnya.
Dalam video tersebut, KH Marzuqi mengaku belum mengetahui secara pasti alasan dirinya tidak diperbolehkan memasuki Arab Saudi. Ia hanya menduga keputusan tersebut berkaitan dengan faktor keamanan.
Baca juga: Gus Kikin Pimpin PWNU Jawa Timur Gantikan Marzuki Mustamar
Selain itu, ulama asal Malang tersebut menyampaikan kemungkinan adanya pihak yang tidak menyukai masukan yang pernah diberikannya. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut masih sebatas dugaan.
“Ada kemungkinan faktor keamanan. Ada kemungkinan, mungkin, wallahu a'lam ada orang yang kurang suka saya memberi masukan. Memberi request ke pihak sana supaya fulan fulan nggak boleh masuk Saudi,” tutur Kiai Marzuqi.
Setelah rencana keberangkatannya ke Tanah Suci batal, KH Marzuqi memilih kembali ke Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang.Ia melanjutkan aktivitasnya seperti biasa, yakni mengajar dan mengkaji kitab bersama para santri.
Baca juga: Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar Belum Terima Surat Pemberhentian dari PBNU
Kiai Marzuqi juga menyikapi batalnya perjalanan umrah tersebut dengan lapang dada. Menurutnya, upaya memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW tidak terbatas pada satu tempat.
“Ya nggak apa-apa. Untuk mendapatkan syafaatnya Nabi bisa di mana-mana,” pungkasnya.
(est)