LANGIT7.ID-Jakarta;
Mercedes-Benz tidak yakin bahwa kendaraan listrik extended-range (EREV) akan menarik bagi pelanggannya. Mereka berargumen bahwa plug-in hybrid yang sudah ada saat ini telah menawarkan jangkauan listrik yang cukup untuk penggunaan sehari-hari.
Christoph Starzynski, Vice President of Product Strategy and Product Steering perusahaan, menjelaskan bahwa plug-in hybrid Mercedes dapat menempuh lebih dari 124 km (77 mil) dengan tenaga listrik di Eropa. Menurutnya, angka itu sudah memadai untuk sebagian besar perjalanan harian.
Perusahaan juga menyoroti kemampuan pengisian cepat DC pada model plug-in hybrid mereka, yang memungkinkan pemilik mengisi ulang daya saat berhenti lama, sambil tetap mempertahankan mesin bensin untuk perjalanan yang membutuhkannya.
Mercedes juga mempertanyakan apakah memperpanjang jangkauan listrik dari sekitar 97 km (60 mil) menjadi 322 km (200 mil) akan membuat plug-in hybrid jauh lebih menarik bagi pembelinya.
Sebagai gantinya, perusahaan melihat dua pilihan yang jelas: plug-in hybrid untuk pengemudi yang menginginkan penggerak listrik sekaligus mesin pembakaran, atau kendaraan listrik murni bagi mereka yang mencari jangkauan listrik lebih besar. Starzynski mengatakan kendaraan listrik berbasis baterai yang layak seharusnya menawarkan jangkauan sekitar 450–644 km (280–400 mil).
Untuk saat ini, Mercedes belum melihat permintaan pelanggan yang cukup untuk membenarkan penambahan EREV ke jajaran produk mereka.(*/saf/thesupercarblog)
(lam)