Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 26 Oktober 2026
home wirausaha syariah detail berita

OJK Edukasi Generasi Muda Soal Peluang dan Risiko Pembiayaan Digital

lusi mahgriefie Senin, 26 Oktober 2026 - 06:05 WIB
OJK Edukasi Generasi Muda Soal Peluang dan Risiko Pembiayaan Digital
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Dalam upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda, Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) menyelenggarakan edukasi mengenai manfaat, risiko, dan prospek pembiayaan digital sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang bertanggung jawab, di tengah pesatnya transformasi digital sektor jasa keuangan.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, dalam Kuliah Umum bertema "Pembiayaan Digital: Manfaat, Risiko dan Prospek" di Indonesia Banking School (IBS), Jakarta, Sabtu (24/10).

Dalam paparannya, Agusman menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan pada proses pembiayaan yang kini semakin cepat, mudah, dan inklusif.

"Pembiayaan digital memungkinkan proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan menjadi hitungan detik melalui pemanfaatan teknologi, artificial intelligence, dan machine learning dalam analisis kelayakan pembiayaan," kata Agusman dalam keterangannya, dikutip Senin (26/10/2026).

Baca juga: Tindak Tegas Pelanggaran di Pasar Modal, OJK Tetapkan Total Denda Rp2,52 T Bagi Pelaku

Menurutnya, pemanfaatan layanan pembiayaan digital juga harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai mengenai risiko dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.

"Kemudahan akses pembiayaan digital harus diimbangi dengan literasi yang memadai, pemahaman risiko, serta kemampuan memenuhi kewajiban agar manfaat teknologi keuangan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan," tegas Agusman.

Di tengah kemudahan teknologi, lanjutnya, masyarakat juga harus tetap mengedepankan kehati-hatian karena kemudahan akses pembiayaan harus diimbangi dengan kemampuan membayar dan pemahaman atas risiko yang menyertai.

Ia juga menyoroti mengenai pembiayaan digital yang dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan masyarakat serta mendukung pengembangan sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemudahan akses pendanaan yang ditawarkan berpotensi menjadi pendorong bagi peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Ketika akses keuangan konvensional sulit menjangkau seluruh lapisan masyarakat, pembiayaan digital hadir untuk memperluas akses keuangan, sepanjang tersedia konektivitas dan infrastruktur digital," jelasnya.

Lebih lanjut, Agusman menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi telah mendorong pertumbuhan industri pembiayaan digital di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif dan signifikan.

Baca juga: Total Pasar Aset Capai 11,16%, OJK Optimistis Industri Keuangan Syariah Terus Tumbuh

Pada Agustus 2026, nilai baki debet layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang disalurkan perusahaan pembiayaan tumbuh 36,57 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp13,61 triliun dengan total 27,71 juta rekening. Sementara itu, outstanding pembiayaan pinjaman daring (Pindar) meningkat 22,07 persen (yoy) menjadi Rp106,94 triliun dengan jumlah pengguna mencapai 189,77 juta akun, yang terdiri atas 3,02 juta pemberi pinjaman (lender) dan 186,75 juta penerima pinjaman (borrower).

Tak lupa Agusman menekankan bahwa pertumbuhan industri pembiayaan digital harus disertai dengan tata kelola yang baik serta pelindungan konsumen yang kuat. Untuk itu, OJK akan terus memperkuat kebijakan dan pengawasan guna mendorong industri yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memitigasi berbagai risiko seperti penyalahgunaan data pribadi, penipuan (fraud), dan risiko terhadap konsumen.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Priyanto Budi Nugroho menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kuliah umum yang diselenggarakan oleh OJK. Menurutnya, kegiatan ini bermanfaat untuk meliterasi mahasiswa agar memahami perkembangan pembiayaan digital termasuk risiko yang menyertainya.

"Di era digital, pemanfaatan inovasi tidak hanya untuk memperoleh pertumbuhan dan keuntungan, tetapi juga harus diimbangi dengan manajemen risiko dan tanggung jawab. Ketiganya merupakan satu paket yang tidak dapat dipisahkan," ujar Priyanto.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memastikan bahwa perolehan pendanaan yang lebih mudah tidak berujung pada kesulitan keuangan bagi masyarakat yang menggunakannya maupun bagi investor.

"Di situlah tema-tema literasi seperti ini tetap menjadi penting, dan menjadi bagian dari manajemen risiko." tegasnya.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak hanya mendalami pembiayaan digital, namun sebagai pengguna juga harus membekali diri dengan literasi yang cukup baik. Menurutnya, literasi digital bukan hanya mampu menggunakan aplikasinya, tetapi juga memahami risiko dan tanggung jawab dalam memanfaatkan akses tersebut.

Baca juga: Merespons Kondisi Pasar Modal dalam Negeri, OJK dan SRO Gelar Dialog Konsolidasi

Kegiatan kuliah umum tersebut diikuti oleh 137 mahasiswa dan 15 dosen Indonesia Banking School. Turut hadir Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Sri Kurniati, serta jajaran pimpinan Indonesia Banking School.

Melalui program OJK Mengajar, OJK terus berupaya meningkatkan pemahaman civitas akademika mengenai sektor jasa keuangan dan perkembangan pembiayaan digital, sehingga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, memahami risikonya, serta berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 26 Oktober 2026
Imsak
04:01
Shubuh
04:11
Dhuhur
11:40
Ashar
14:52
Maghrib
17:49
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan