Cerita di Balik Menara Masjid Agung Demak Setinggi 22 Meter
fajar adhityaJum'at, 16 Juli 2021 - 08:09 WIB
Menara Masjid Agung Demak setinggi 22 meter. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Semarang - Ketika kita berkunjung ke masjid Agung Demak tentu kita akan melihat menara yang menjulang ke langit. Menara dengan ukuran 4x4 meter pada bagian kaki, memiliki tinggi hingga 22 meter.
Desain tersebut tak lepas dari cerita di balik sejarah pada masa itu. Pengurus masjid ingin agar saat muadzin mengumandangkan adzan, bisa terdengar jauh, sehingga memanggil umat Muslim beribadah.
Zaman itu memang belum ada listrik ataupun pengeras suara. Jadi muadzin menggunakan corong dari bahan semacam seng agar adzan lebih lantang terdengar.
Melansir laman Dinas Pariwisata Demak, pengurus Takmir Masjid Agung Demak mengatakan, menara ini dibangun dengan konstruksi baja. Arsiteknya saat itu yakni N.V Lyndetives.
Yaps, rumah ibadah ini memang ada sejak masa pemerintahan Belanda dengan anggaran 10.000 gulden. Penggagasnya saat itu yakni penghulu atau istilah sekarang adalah Ketua Takmir Masjid Agung Demak.
Masjid ini dibangun saat Bupati Demak dijabat oleh RAA Sosrohadiwidjojo. Gaya arsitekturnya tampak seperti masjid Jawa kuno dengan atap limasan serta tiang penyangganya dari kayu jati.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”