LANGIT7.ID, Kab. Lombok Utara - Desa Wisata Senaru merupakan salah satu dari banyak desa yang memiliki tempat wisata memukai di daerah Lombok Utara. Desa Senaru sangat familiar, mengingat desa ini merupakan pintu masuk jalur pendakian ke Gunung Rinjani yang sudah dikenal hingga mancanegara.
Terletak di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Desa Senaru menawarkan beragam destinasi wisata menarik. Salah satu obyek wisata yang bisa ditelusuri Sahabat Langit7 ialah Air Terjun Sendang Gile.
Dengan ketinggian hampir 600 meter di atas permukaan laut, Sendang Gile merupakan salah satu titik perhentian di dalam rute pendakian Gunung Rinjani. Konon, airnya memiliki khasiat membuat awet muda.
Untuk mencapai Sendang Gile tidaklah sulit, mengingat sudah ada jalur pendakian yang tertata sedemikian rupa agar pengunjung bisa mudah mendaki. Sahabat Langit7 akan menyusuri sekitar 500 anak tangga untuk mencapai Sendang Gile.
Baca juga:
Jalan-Jalan ke Kabupaten Ende, Ada Rumah Pengasingan Bung KarnoAda juga Air Terjun Tiu Kelep yang tak kalah indahnya dari Sendang Gile. Air Terjun Tiu Kelep berada di atas ketinggian 45 meter dan memiliki bentuk bertingkat-tingkat. Debit airnya juga cukup deras.
Rindangnya pepohonan membuat air terjun ini terasa sejuk. Sahabat Langit7 bisa memanfaatkan kolam yang berada tepat di bawah air terjun untuk berenang.
Tak hanya wisata alam, Desa Senaru Lombok juga menawarkan wisata budaya yang sangat kental dengan nuansa religi. Di sini, Sahabat Langit7 dapat melihat rumah-rumah warga yang masih mempertahankan bentuk rumah asli peninggalan nenek moyang yang terbuat dari atap rumbia, pagar bedek, dan hanya beralaskan tanah liat.
Selanjutnya ada Bayan Beleq, yang merupakan salah satu situs masjid bersejarah di Lombok. Dibangun pada abad ke 17, masjid ini dibangun dengan menggunakan atap dari rumbia, berdinding anyaman bamboo (gedek), serta dibuat dengan pondasi dari susunan batu yang agak tinggi.
Di sekeliling masjid terdapat beberapa makam leluhur yang diyakini oleh masyarakat sebagai makam keramat. Hingga saat ini, masjid yang sudah berumur lebih dari 300 tahun tersebut masih digunakan untuk beribadah masyarakat setempat.
Baca juga:
Menparekraf Minta Desa Wisata Senaru Perbanyak HomestaySelain masjid, ada juga Rumah Adat Gubuk Karang Bajo. Rumah adat ini sebagai tempat tinggal para tetua adat, pemangku adat dan tokoh adat Desa Senaru.
Kegiatan lainnya yang tak boleh dilewatkan di Desa Senaru ialah agrowisata, rafting, dan spot untuk berfoto. Aset lain seperti rumah tradisional akan dimaksimalkan pengelolaannya melalui Badan Usaha Milik Desa.
Berbagai fasilitas penunjang seperti toilet, tempat UMKM, shelter, dan rest area sudah banyak dibangun dan dibenahi.
Bagi yang ingin menginap lebih lama, bisa menjajal beberapa homestay di Desa Senaru. Biayanya relatif murah, mulai dari Rp80.000 hingga Rp150.000 per malam.
Untuk mencapai Desa Wisata Senaru, Sahabat Langit7 dapat menempuh perjalanan 2,5 hingga 3 jam dari Kota Mataram.
(sof)