Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home wisata halal detail berita
Wisata Halal

Desa Adat Wae Rebo, Land on The Sky di Flores

Garry Talentedo Kesawa Selasa, 09 November 2021 - 16:00 WIB
Desa Adat Wae Rebo, Land on The Sky di Flores
Desa Adat Wae Rebo. (Foto: Instagram/@dindakart)
LANGIT7.ID, Kab. Lombok Barat - Desa Wae Rebo merupakan salah satu kampung adat di Indonesia yang berada di daerah pedalaman pulau Flores Barat, tepatnya di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Meski belum begitu populer, namun Desa Wae Rebo menjadi salah satu tujuan wisatawan mancanegara.

Terletak di ketinggian 1.100 mdpl (meter di atas permukaan laut), desa ini selalu diselimuti oleh kabut tebal setiap pagi dan sore. Keunikan ini yang membuat Wae Rebo lebih dikenal dengan julukan Negeri di Atas Awan atau "Land on the Sky".

Pada tahun 2012, Desa Wae Rebo dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya dengan segala keunikannya oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO). Di tahun berikutnya, desa ini juga mendapat penghargaan sebagai salah satu kawasan konservasi warisan budaya UNESCO Asia – Pasifik.

Wae Rebo memiliki 7 rumah adat unik, yaitu berbentuk kerucut yang bernama Mbaru Niang. Rumah adat ini memiliki nilai karya seni tinggi dan penuh filosofi, keharmonisan antara manusia dan alam, manusia dengan manusia itu sendiri serta kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana.

Baca juga: Pesona Desa Wisata Senaru di Kaki Gunung Rinjani

Rumah adat di Wae Rebo terdiri dari lima lantai dan banyak ruangan. Setiap lantai memiliki fungsinya masing-masing seperti tempat berkumpul, menyimpan bahan makanan, beribadah dan fungsi lainnya.

Sahabat Langit7 dapat bercengkrama dengan masyarakat setempat yang masih mempertahankan nilai kearifan lokal, tradisi, dan budaya asli Manggarai hingga saat ini. Penduduk kaki gunung di Wae Rebo terkenal ramah dengan pengunjung dan siap membantu kapan saja.

Rumah penduduk Desa Wae Rebo terbuat dari anyaman dan atap dari dedaunan. Bagi Sahabat Langit7 yang datang ke sini, bisa mendonasikan berbagai buku untuk di perpustakaan desa.

Namun, ada beberapa aturan yang mesti dipatuhi Sahabat Langit7 saat berada di desa ini, salah-satunya harus membunyikan sebuah alat tradisional yang terbuat dari bambu bernama Pepak. Hal ini sebagai isyarat bahwa Desa Wae Rebo sedang kedatangan tamu.

Wae Rebo memiliki sebuah bukit yang cantik dan eksotis memanjakan mata. Sahabat Langit7 dapat menuju perbukitan ini dengan berjalan kaki selama 4jam.

Baca juga: Jalan-Jalan ke Kabupaten Ende, Ada Rumah Pengasingan Bung Karno

Bagi yang gemar melakukan olahraga ekstrim, wajib mencoba Extreme Sport Trail Track dengan menggunakan mobil Jeep hingga motor trail yang tersedia di Wae Rebo. Bagi Sahabat Langit7 yang masih pemula, ada pemandu yang siap menemani.

Terdapat paket wisata yang ditawarkan, seperti one day tour mulai dari Rp180.000 per 2 orang untuk durasi 14 jam. One day tour juga telah menyediakan akses kendaraan menuju lokasi wisata terdekat apabila memungkinkan.

Untuk mengunjungi Desa Adat Wae Rebo, Sahabat Langit7 dapat menggunakan jalur penerbangan udara dan turun di Denpasar. Perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal Feri dengan jarak tempuh selama kurang lebih 4 sampai 5 jam ke Nusa Tenggara Timur.

Sesampai di sana, Sahabat Langit7 dapat menaiki bus umum ke Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo, perjalanan dilanjutkan ke Denge sejauh kurang lebih 2 hingga 3 jam, lalu dilanjut ke Wae Rebo di lembah pegunungan dengan berjalan kaki sejauh 4 jam dan melewati sungai.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)