LANGIT7.ID, Kudus - Desa Wisata Terban, Kecamatam Jekulo Kabupaten Kudus menawarkan konsep wisata petualangan di atas jeep di areal pegunungan Patiayam. Paket wisata menjelajah pegunungan Patiayam sudah dimulai sejak 2019 silam oleh Himawan Noor Tauriq, salah satu warga setempat.
Ia melihat ada peluang mengembangkan pariwisata, bukan hanya wisata arkeologi saja, melainkan juga bisa mengeksplorasi potensi alam di sana. Diketahui, Patiayam merupakan situs bersejarah, karena di sana banyak ditemukan fosil hewan purba, salah satunya mamoot dan alat berburu manusia purba.
“Awalnya ada keprihatinan, orang datang ke museum Patiayam, hanya sebentar dan pulang, kan sayang. Kenapa tidak kami ajak wisatawan berlama-lama di sini, agar ekonomi masyarakat sini juga ikut terangkat,” kata pengelola jeep adventure, Himawan Noor Tauriq, Kamis (11/11).
Baca juga:
Pesona Desa Wisata Senaru di Kaki Gunung RinjaniAda 5 paket wisata yang ditawarkan di sana, mulai Rp250 ribu-Rp500 ribu, untuk 4 orang. Ada paket jeep dan tenda untuk sekadar bersantai di pegunungan, juga paket jeep plus river tubing (Cengkir Manis). Di Jeep sudah dilengkapi dengan tenda. Selain itu para wisatawan juga akan diajak untuk melakukan reboisasi dengan menanam pohon alpukat, karena pegunungan Patiayam cukup gundul.
Ada dua trek yang dilewati, yakni di jalur surau dan ke arah Krangit Lama. Untuk jalur arah surau, jalannya terjal dan berbatu masih asli areal pegunungan. Dan tentu saja ini sangat menantang, karena buka jalan aspal. Sementara untuk jalur ke Krangit Lama, lebih landai. Tidak ada jurang di kanan dan kiri, sehingga tidak perlu ada yang dikuatirkan.
Himawan berharap wisatawan yang akan menggunakan jasa jeep untuk melakukan registrasi lebih awal. Ia ingin memberikan pelayanan yang maksimal kepada wisatawan, termasuk kulinernya harus yang benar-benar masih fresh.
“Kan kami tutup lama akibat PPKM. Setelah kembali dibuka, kami harus menyiapkan banyak hal agar wiawatan tidak kecewa,” ucapnya.
Ketua Pokdarwis Surya Patiayam Solichin menambahkan, pihaknya saling bersinergi dengan pengelola jeep adventure. Jika ada wisatawan yang menggunakan jasa jeep, maka warga lainnya juga ikut mensupport.
“Karena yang jalan baru jeep, ini kita dukung. Kami baru mendapat SK desa wisata pada akhir tahun 2020, jadi masih dalam tahap pengembangan,” kata Solichin.
Solichin menyampaikan, ada banyak pilihan wisata di Terban. Ada wisata arkeologi, belajar mengenai sejarah hewan dan manusia purba karena ada banyak fosil hewan purba. Ada juga wisata sejarah, berupa dua goa Jepang yang belum lama ini sudah dibersihkan.
Selain itu di sini juga akan diangkat kearifan lokal. Ada kesenian tayuban, sedekah bumi dan udan dawet di Sendang Pengilon, yang konon dapat membuat wanita awet muda jika menggunakan air di sendang tersebut.
“Di depan balai desa, akan dibuat Taman Kemuning. Nanti ada water boom mini, dan juga food court. Baru pemagaran, tapi pembangunan fisik belum dilakukan karena belum ada dana, baik dari desa maupun dari Pemkab Kudus,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepala desa Terban ingin mengangkat Terban menjadi desa wisata yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini sesuai dengan visi dan misi yang bersangkutan saat mencalonkan diri.
“Tapi ya itu, karena masih pandemi Covid-19, jadi anggaran desa banyak terpakai selama pandemi ini. Kami juga dalam proses mengajukan bantuan gubernur, semoga bisa dapat Rp100 juta,” ucapnya.
(sof)