Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 31 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Ria Ricis dan Teuku Ryan Sah Jadi Suami Istri, Begini Isi Nasihat Pernikahannya

muhammad rifai akif Jum'at, 12 November 2021 - 19:57 WIB
Ria Ricis dan Teuku Ryan Sah Jadi Suami Istri, Begini Isi Nasihat Pernikahannya
Ria Ricis sah menyandang status istri dari Teuku Ryan. Foto: Instagram @riaricis
LANGIT7.ID, Jakarta - Akad nikah Ria Ricis dan Teuku Ryan dilangsungkan, Jumat (12/11/2021). Kedua pasangan tersebut pun kini sah secara agama dan negara menjadi sepasang suami dan istri.

Teuku Ryan membaca ijab kabul dengan tegas saat Ria Ricis duduk di balik panggung menunggu ikrar tersebut diucapkan. "Saya terima nikah dan kawinnya Ria Yunita binti Sulyanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Teuku Ryan.

Sontak para saksi yang dihadiri Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Adi Hidayat, Ridwan Kamil, dan Boy Rafli kompak menjawab sah. Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Deddy Mizwar juga hadir menjadi wali nikah Ria Ricis. Hal ini karena ayahnya, Sulyanto bin Sastro Martoyo, telah meninggal dunia pada Jumat, 4 Juni 2021.

Baca Juga: Bagaimana Hukumnya Pengajian Pranikah dalam Islam?

Ustadz Adi Hidayat (UAH) yang juga pendiri Quantum Akhyar Institute, bertindak sebagai pengisi acara dengan memberikan nasihat perkawinan pada momentum tersebut. Salah satunya, mengingatkan kedua pasangan tentang meningkatnya iman dan bergetarnya hati saat dibacakan nama Allah SWT.

Banyak pesan baik disampaikan UAH kepada kedua mempelai. Seperti kiat menjadi keluarga sakinah mawadah wa rohmah (Samara).

"Jika engkau ingin Samara, maka mendekatlah kepada Allah. Setelah menikah dekati Allah, sering bangun di malam hari. Karena banyak persoalan yang bisa diselesaikan dengan hamparan sajadah yang kau gelar di malam hari," kata UAH.

Baca Juga: Pengajian Jelang Pernikahan, Ria Ricis Banjir Air Mata

Tidak hanya meminta pasangan yang baru sah menjadi suami istri ini untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ustadz Adi Hidayat juga menyampaikan sarat selanjutnya dari cita-cita keluarga Samara adalah untuk saling menerima kekurangan.

"Jika ingin Samara, kalian menyadari ketidaksempurnaan pasangan. Jika ada kekurangan jangan cepat marah, bisa jadi dengan kekurangan adalah celah untuk kamu hadir menyempurnakan," kata UAH.

Sebagai penutup nasihat perkawinan, Adi Hidayat memberikan sebuah kisah perjalanan rumah tangga Rasulullah SAW dengan Siti Aisyah RA. Perjalanan pernikahan yang tidak luput dari pasang surut dinamika berumah tangga.

"Pernah suatu ketika, Sayidah Aisyah ada banyak makanan untuk dihidangkan untuk suaminya tercinta Nabi Muhammad SAW. Namun saat itu ternyata Ia baru tahu bahwa Nabi sedang berpuasa," cerita UAH.

Baca Juga: Segera Akhiri Masa Lajang, Ria Ricis Ingin Jadi Istri Shalihah

Dia melanjutkan ceritanya bahwa Rasulullah kemudian datang lalu berbisik kepada Sayidah Aisyah, "Sayang aku sedang tidak puasa, mari kita nikmati makanan yang engkau hidangkan." Tidak sampai di situ, Adi Hidayat juga menceritakan kisah lain, dengan kondisi terbalik dari sebelumnya.

"Pernah juga suatu ketika Sayidah Aisyah tidak punya bahan untuk dimasak dan dihidangkan kepada Nabi. Kemudian datang dan membisikkan istrinya, "Istriku sayangku, saya sedang puasa," ungkap Adi Hidayat mencontohkan ucapan Nabi.

Begitulah contoh keharmonisan rumah tangga yang sudah diajarkan Rasulullah SAW, yaitu saling menerima kekurangan pasangan. Di kalimat penghujung, Adi Hidayat berpesan kepada Teuku Ryan untuk menjaga Ria Ricis, "Jagalah seperti ayahnya menjaganya dan rawatlah seperti ibunya merawatnya," ucapnya.

Baca Juga:

Ory Vitrio : Pernikahan Ria Ricis Dipercepat Satu Bulan

Ijtima Ulama: Nikah Online Tidak Sah Jika Tak Penuhi 3 Syarat Ini


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 31 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)