LANGIT7.ID, Jakarta - Negara dengan luas wilayah 23.200 KM2 yang terletak di sebelah Timur Laut Ethiopia tersebut bernama Djibouti. Jumlah penduduk di negara tersebut sangatlah sedikit, yakni hanya sejutaan jiwa tetapi 90 persennya beragama Islam.
Negara tersebut memiliki daya tarik eksotis bagi yang berkunjung. Meski jauh, untungnya Djibouti dan Indonesia memiliki hubungan bilateral yang baik.
"Mungkin kita di Indonesia tidak banyak tahu negara yang bernama Djibouti karena jauh letaknya dari Tanah Air. Dia terletak di tanduk Afrika dan berukuran kecil pula," kata Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika Al Busyra Basnur mendeskripsikan, melalui saluran Youtube The B Siblings.
Indonesia tidak memiliki Kedutaan Besar di negara itu. Al-Busyra mengatakan, kepentingan Indonesia dirangkap Kedutaan Besar RI di Addis Ababa, Ethiopia. Setiap ada kepentingan Indonesia di negara tersebut atau sebaliknya, Al-Busyra akan terbang dari Addis Ababa ke Djibouti. Perjalanan udara hanya ditempuh satu setengah jam saja.
Hubungan resmi bilateral RI dengan Djebuti, baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya berlangsung dengan sangat baik. Terkhusus sejak dibuka secara resmi hubungan diplomatik kedua negara pada 1979. Pada 2005, Presiden Djebuti, Ismail Omar Guelleh, menghadiri peringatan konferensi Asia-Afrika ke-50 di Indonesia.
Beberapa informasi menarik tentang negara kecil ini; 1.Mayoritas Muslim ![Djibouti, Negara Kecil Berpenduduk 90 Persen Muslim]()
Dalam hal agama, Indonesia dan Djibouti memiliki kesamaan. Itu artinya sekitar 900 ribu orang penduduk di negara itu mengumandangkan takbir saat Idul Fitri dan Idul Adha. Hal spesial bagi penganut Islam di negara ini adalah hari libur. Pemerintah Djiboti menetapkan Jumat sebagai hari libur agar masyarakat bisa fokus memakmurkan masjid.
"Lebih 90 persen penduduk Djibouti menganut agama Islam," kata Al-Busyra.
Pemerintah Djibouti memiliki kebijakan, Islam merupakan satu-satunya agama yang diakui. Meski demikian, pemerintah memiliki aturan persamaan hak warga negara untuk memeluk berbagai agama yang diyakini. Setelah merdeka dari Prancis (1977), republik tersebut membangun sistem hukum berdasarkan kompilasi hukum Prancis, praktik adat, dan hukum Islam.
2.Terdapat pangkalan militer dari negara asing ![Djibouti, Negara Kecil Berpenduduk 90 Persen Muslim]()
Secara geografis, Djibouti berada pada posisi yang sangat strategis di perairan timur Afrika. Tak heran jika ada negara asing memiliki pangkalan militer di negara tersbeut. Selain Prancis sebagai bekas penjajah, terdapat beberapa negara lain yang membuka pangkalan militer di Djibouti, yaitu Amerika Serikat, bahkan
Camp Lemonnier satu-satunya pangkalan militer AS di Afrika.
Ada pula Italia, China, dan Jepang. Selain itu, Djibouti juga menjadi markas besar Gugus Angkatan Laut Uni Eropa, Atalanta. "Kenapa banyak sekali, karena meskipun Djibouti negara berukuran kecil, namun memiliki peran yang sangat penting dan strategis, terutama di bidang ekonomi," ungkapnya.
3. Punya Pelabuhan Internasional ![Djibouti, Negara Kecil Berpenduduk 90 Persen Muslim]()
Dengan posisi yang sangat strategis, jalur pelayaran internasional menuju dan dari terusan Suez, Djibouti merupakan salah satu pintu masuk utama barang impor ke berbagai negara di Afrika. Terutama untuk negara-negara di kawasan Pantai Timur.
"Djebuti memiliki pelabuhan yang modern di Benua Afrika," kata Al-Busyra.
Ada empat pelabuhan internasional di negara tersebut:
1. Port of Djibouti
Pelabuhan ini sudah berdiri sejak 100 tahun, bahkan lebih tua dari umur Djibouti yang baru merdeka tahun 1977. Pelabuhan tersebut mampu melayani 6,5 juta metrik ton per tahun, 987.000 kontainer, dan 1.841 kapal barang.
2. Doraleh Container
Pada 2009, pelabuhan tersebut dioperasikan investor asing. Namun, berhasil dimiliki negara pada 2017 dengan kemampuan melayani 1,2 juta kontainer per tahun dengan panjang dermaga lebih dari satu kilometer dengan kedalaman laut 18 meter.
3. Pelabuhan Ghoubet
Beroperasi sejak 2017 dengan tujuan utama sebagai pelabuhan ekspor komoditas garam Djibouti. Pelabuhan tersebut memiliki dermaga sepanjang 400 meter dengan kedalaman 15 meter.
4. Pelabuhan Tadjoura
Beroperasi sejak tahun 2017 dengan tujuan utama sebagai pelabuhan ekspor potash (garam abu atau kalium karbonat) dari Djibouti. Pelabuhan tersebut memiliki dua dermaga yang masing-masing panjangnya 455 meter dengan kedalamaan 12 serta 15 meter.
4. Tergabung di Organisasi Internasional Djibouti tergabung dalam organisasi internasional seperti Liga Arab, Organisation of Islamic Cooperation (OKI,) Uni Afrika, dan beberapa organisasi regional maupun internasional lainnya.
5. Banyak Warga Indonesia Djibouti menjadi negara yang ramah untuk warga negara Indonesia. "Di negara ini, meski jauh dari Indonesia dan berukuran kecil, sejumlah masyarakat Indonesia bermukim dan bekerja selama lebih 10 tahun di sini. Mereka umumnya tenaga profesional Indonesia," ucap Al-Busyra.
(asf)