LANGIT7.ID - , Jakarta - LANGIT7.ID, Jakarta - Belum lama ini kita melihat ada kejadian heboh, dimana ada beberapa santri yang terlihat menutup telinganya saat mengantri vaksin. Mereka menutup telinga sebagai reaksi dari diperdengarkannya musik yang keras dari panitia.
Setelah ditelusuri, ternyata yang mereka lakukan adalah untuk menjaga hafalan Alquran. Lantas seperti apa cara menjaga hafalan Alquran agar lekat di kepala?
Penghafal Alquran, Taqy Malik Al Hafidz, yang juga punya kesibukan yang padat di dunia bisnis dan dakwah mengatakan menghafalkan Alquran tergantung dari kesungguhan niat.
"Allah SWT sebetulnya sudah memudahkan Al-Quran untuk dihafal, tinggal bagaimana niat kita sungguh-sungguh." katanya kepada Langit7, Kamis (11/11/2021).
Baca juga: Bayt Al-Qur’an, Wadah Para Hafidz Tingkatkan Pemahaman Islam dan Potensi DiriSeperti yang tertuang dalam surat Al-Qamar, Allah berfirman:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ.
Artinya: "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (QS. Al-Qamar).
Menghafal Al-Quran mudah, yang lebih sulit adalah menjaganya. Berikut tips ala Taqy Malik dalam menjaga hafalan Al-Quran:
MenargetkanMenjaga hafalan Al-Quran harus pakai target, jika tidak ada target tidak mungkin rasanya bisa menjaga hafalan.
"Menjaga hafalan yang ideal untuk hafalan 30 juz, idealnya adalah 3 juz dalam satu hari, sehingga dalam 10 hari sudah khatam, dan begitu seterusnya."
Mengulang hafalan 3 juz dalam sehari, hendaknya dibagi waktunya menjadi per-juz. Satu juz saat shalat malam, "Kalau shalat sunah kan boleh pegang Alquran, enaknya sambil shalat malam sambil baca Al-Quran, dapat 1 juz."
Kemudian dilanjut setelah shalat subuh sampai jam 6 pagi, satu juz. Sebaiknya setelah shalat subuh, jangan lagi tertidur tapi membaca Alquran untuk mengulang hafalan satu juz. Setelah itu satu juz setelah shalat dzuhur atau setelah maghrib. Lihat waktu mana yang paling memungkinkan atau membagi waktu-waktu tersebut untuk mengulang 1/2 juz.
"Mengulang hafalan paling lambat 1 jam bisa 1 juz, jika cepat bisa menghabiskan waktu 1/2 jam untuk 1 juz."
Mengobati FuturTips selanjutnya adalah segera lakukan perubahan dan perbaikan jika futur melanda. Futur berasal dari bahasa Arab yang artinya rasa malas, menunda, lambat setelah bersemangat, tidak bergairah dalam kebaikan.
Futur ini bisa melanda siapapun, tak terlepas bagi penghafal Al-Quran. Jika Futur datang, Taqy akan segera melakukan perubahan agar tidak berlarut-larut.
"Kalau udah futur, langsung banyak dengerin ceramah dari ustadz, terus juga kumpul sama orang-orang yang satu frekuensi," paparnya.
Baca juga: Maysam Yahya Mohamed: Hafidzah Termuda di UEA, Hafal 30 Juz di Usia 6 TahunTaqy menghindari untuk bertemu dengan orang-orang yang justru di luar frekuensi, karena bisa membuat futur menjadi lebih lama tinggal. Sehingga semakin menumpuk juga untuk mengulang hafalannya.
"Berbahaya lagi bagi yang sudah futur kemudian tidak segera mengembalikan kondisinya, bisa malah kebablasan." Ujar Taqy.
"Carilah mood booster yang paling sesuai!" pintanya.
(est)