Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita
PLN TJSL Fest 2021

Dr Tirta Berikan Tips pada UMK agar Menang dari Pandemi

mahmuda attar hussein Sabtu, 20 November 2021 - 11:30 WIB
Dr Tirta Berikan Tips pada UMK agar Menang dari Pandemi
Dr. Tirta saat webinar PLN. Foto: Humas PLN
Langit7, Jakarta - Pandemi yang melanda Indonesia sejak 2020 membawa dampak buruk bagi perekonomian Indonesia. Begitu juga dengan usaha mikro dan kecil (UMK) yang mendapatkan banyak tantangan akibat krisis ekonomi yang melanda negeri ini.

Maka dari itu, PT PLN (Persero) pada rangkaian acara PLN TJSL Fest 2021 menghadirkan pembicara Creativepreneur dr Tirta Mandira Hudhi untuk membahas bagaimana mengembangkan UMK di tengah pandemi pada sesi webinar "Jadi UMK Pemenang di Era New Normal", Rabu (17/11/2021).

Bagi dr Tirta, pandemi ini merupakan ujian bagi para pebisnis untuk menjadi nahkoda yang luar biasa. Karena dari krisis yang melanda dari beberapa waktu lalu menghasilkan pengusaha-pengusaha yang andal.

"Indonesia sudah 3 kali mengalami hal ini, pada 1998, 2008 dan 2021. Mereka yang dapat beradaptasi dengan cepat terbukti dapat bertahan dan mampu mengembangkan usahanya," katanya pada acara Webinar PLN TJSL Fest 2021: Jadi UMK Pemenang di Era New Normal.

Baca juga: PLTGU Priok Bisa Hasilkan 2.654 Tabung Oksigen per Tahun

Selama pandemi Covid-19, dari pengamatan dr Tirta, banyak anak muda yang terjun ke usaha digital, serta penjualan e-commerce meningkat. Harusnya fakta tersebut bisa menjadi kesempatan bagi UMK untuk bisa mengembangkan usahanya.

"Bisnis selama pandemi bisa menjadi kesempatan atau bisa menghancurkan. Tergantung bagaimana Anda bisa mengatur keuangan dan kesehatan perusahaan dengan baik," ujar dr. Tirta.

Agar dapat menjaga keberlangsungan usaha, UMK sebaiknya mulai mendata secara baik aset yang dimiliki dan belajar menghitungnya. Menurut dr. Tirta, hal tersebut sering dilupakan oleh UMK, sehingga mereka tidak tahu bagaimana perkembangan bisnisnya seperti apa.

"Tahunya modal, terus dagang, sudah itu saja. Bahkan dengan omset Rp 15 juta - Rp 25 juta per bulan harus sudah bisa menghitung itu. Untuk perusahaan sekecil apa pun itu sebaiknya harus dihitung," ucapnya.

Baca juga: PLN Berhasil Bina Masyarakat Olah Sampah Jadi Energi Alternatif

Selain manajemen keuangan, kelemahan UMK yang lain adalah malas mendaftarkan produknya ke Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) karena dianggap merepotkan atau kurang penting.

Dia mengatakan UMK harus sadar jika peraturan pada dasarnya bukan ingin membuat ribet, karena kalau tidak ada aturan maka orang akan berusaha seenaknya sendiri.

"HKI ini sangat penting, begitu juga SIUP. Solusi dari saya, Anda harus melibatkan diri sendiri dan mendatangi Disperindag dan Dinas UMK setempat dan minta pendampingan. Bisnis itu memang ribet, kalau tidak mau ribet ya jangan berbisnis," jelasnya.

Baca juga: Luncurkan HUB.ID, Menkominfo: Sarana Pertemuan Stur-up Digital dengan Investor

Sebagai perusahaan yang berkomitmen mendukung geliat roda perekonomian daerah melalui pengembangan UMK, PLN tengah memfokuskan pada program pembinaan, perizinan dan sertifikasi bagi masyarakat atau UMK agar dapat naik kelas.

Sebelumnya, Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Investasi dan Kementerian Perindustrian untuk membantu UMK binaan BUMN, termasuk PLN, agar mendapatkan bimbingan dalam mendaftarkan HKI maupun sertifikasi untuk mengembangkan usahanya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan