LANGIT7.ID, Semarang - Laga PSIS Semarang melawan Persita Tangerang di pekan ke-16 Liga 1 akan digelar petang ini Selasa (7/12/2021) Stadion Sultan Agung Bantul, pukul 18.15 WIB. Dalam laga ini, Pelatij PSIS Imran Nahumarury bakal kehilangan satu amunisi penting mereka Wallace Costa karena akumulasi kartu.
Meski demikian, Imran Nahumarury tidak mempermasalakan absennya Wallace Costa, karena masih ada pemain lainnya yang siap menjadi suksesor. Pertandingan menghadapi Pendekar Cisadane tersebut tidak akan mudah, tapi timnya bertekad untuk mencuri kemenangan.
“Persiapan kami sudah 100% untuk laga ini. Kami belajar menganalisa lawan dan mengevaluasi tim kami,” kata Imran dikutip Selasa (7/11/2021).
Baca juga:
Bukan Konate atau Bruno Matos, PSIS Semarang Justru Datangkan Flavio BeckImran bersyukur beberapa pemainnya yang harus absen di pekan sebelumnya seperti Jonathan Cantillana dan Bruno Silva, sudah bisa dimainkan dalam pertandingan berikutnya. Persita tidak bisa dianggap remeh, ini sudah dibuktikan di seri pertama dan kedua. Bahkan, Bhayangkara FC pun bisa dikalahkan.
“Poin positifnya, kembalinya pemain yang tadinya terkena akumulasi kartu. Kami respek pada Persita,” kata dia.
Lebih jauh, pihaknya selalu mengingatkan kepada pemain agar move on dalam pertandingan selanjutnya. Ia berharap kekalahan dari PSS Sleman 2-1 dalam pertandingan di pekan ke-15 agar dilupakan dan fokus menatap laga berikutnya.
“Saya selalu bilang kepada pemain. Pertandingan kemarin kita lupakan, semua pemain, semua pelatih pasti ingin menang. Kita tidak mau mengingat pertandingan kemarin. Pertandingan masih banyak, kita harus fokus lagi, semoga laga besok kita bisa dapat hasil positif,” tuturnya.
Baca juga:
Kalah dari Persita Tangerang, Pelatih PSS Sleman MurkaSementara itu, Pelatih Persita Widodo C Putro sudah menyiapkan strategi untuk meredam serangan dari PSIS. Ia sudah menganalisa cara bermain dari pemain-pemain PSIS selama seri pertama dan kedua.
“PSIS dihuni pemain yang enerjik, tapi kita sudah persiapan matang. Jadi yang terpenting kami sudah paham karakteristik permainan PSIS,” kata Widodo.
“Permaiannya
positif play, sering memainkan pola ke depan. Coach Imran paham dengan pemain lokal, apa yang dibicarakan dan taktikal cepat ditangkap pemain itu sendiri,” imbuh Widodo.
(sof)