Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Perayaan Idul Adha 1442 H di Indonesia, Tanpa Shalat Id Berjamaah dan Larangan Mudik

Muhajirin Selasa, 20 Juli 2021 - 05:46 WIB
Perayaan Idul Adha 1442 H di Indonesia, Tanpa Shalat Id Berjamaah dan Larangan Mudik
ilus
LANGIT7.ID, Jakarta - Perayaan Idul Adha di Indonesia kali ini tak jauh berbeda seperti yang terjadi tahun lalu. Parahnya, Idul Qurban 2021 bertepatan dengan melonjaknya kasus positif Covid-19 varian Delta.

Alhasil, pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas Islam, dan diperkuat tokoh-tokoh muslim lainnya bermufakat untuk meniadakan Shalat Id Idul Adha berjamaah. Meski begitu, pemerintah bersama pihak-pihak terkait menganjurkan agar ummat Islam menunaikan shalat sunnah muakkadah tersebut di rumah masing-masing. Sejumlah metode dan tata cara shalat id pun telah disampaikan pemerintah.

Pelaksanaan salat Idul Adha di rumah tersebut juga sesuai dengan fatwa lembaga keagamaan agar tidak menimbulkan kerumunan. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Muhammad Mahfud MD, Senin (19/7/2021).

Indonesia juga meminta masyarakat untuk melaksanakan kurban dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Mari kita rayakan Idul Adha sesuai situasi dan kondisi, yaitu situasi Covid-19, agar tidak ada kerumunan," kata Mahfud dalam keterangan persnya.

Masjid Istiqlal Jakarta, yang merupakan masjid terbesar di Indonesia, meniadakan salat Idu Adha sesuai imbauan pemerintah. "Kami tidak menyelenggarakan Shalat Id, hanya melaksanakan kurban pada Rabu pagi itu pun terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Kepala Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah kepada Anadolu Agency, Senin (19/7/2021).

Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia juga mengimbau agar masyarakat tidak melaksanakan Shalat Id Idul Adha di masjid, lapangan, maupun fasilitas umum lainnya. "Salat Idul Adha dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga," kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti melalui siaran pers, Senin (19/7/2021).

MUI pun mengeluarkan fatwa Shalat Idul Adha di rumah. Menurut lembaga independen tersebut, Shalat Idul Adha di rumah tanpa khotbah tetap sah. Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis mengatakan, Shalat Idul Adha dan Idul Fitri tidak tergantung pada khotbah.

"Berbeda dengan salat Jumat, tidak sah salatnya apabila tidak ada khotbah," kata Cholil, dalam keterangan tertulis, Senin (19/7/2021).

Kata Cholil, jika dilakukan sendiri maka hanya menjalankan salatnya saja. "Tetapi jika berjamaah bersama keluarga, bisa disertai dengan khotbah atau tidak," ujarnya.

Tahun 2020 lalu, Pemerintah Indonesia masih mengizinkan Shalat Idul Adha dilaksanakan di ruang terbuka dengan protokol kesehatan yang ketat. Di antaranya di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mudik dilarang

Menghadapi Idul Adha tahun ini, Pemerintah Indonesia juga menerapkan sejumlah pembatasan mobilitas dan aktivitas masyarakat menjelang perayaan di tengah lonjakan kasus Covid-19 varian Delta. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga menyekat 1.038 titik di Pulau Jawa, Bali, dan Lampung untuk mencegah masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman.

"Masyarakat yang masih nekat mudik ini sudah kami minta untuk memutar balik," kata Kepala Bagian Operasional Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudy Antariksawan kepada Anadolu Agency, Senin (19/7/2021).

Sebelumnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga meminta agar masyarakat tidak mudik jelang Idul Adha. Pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran dikhawatirkan dapat memperburuk penularan Covid-19 di Indonesia yang tengah melonjak tajam akibat merebaknya varian Delta.

Kematian Covid-19 tinggi

Indonesia dalam dua pekan ini telah menjadi episentrum penularan Covid-19 di dunia dengan penambahan kasus harian lebih dari 50.000 per hari. Data tersebut tercatat dalam Worldometer.

Pada Senin (19/7/2021), Indonesia mencatatkan pasien meninggal karena Covid-19 bertambah 1.338 orang. Rekor tertinggi selama pandemi sejak Maret 2020.

Dengan demikian, total kasus kematian Covid-19 tembus 74.920 orang. Sebanyak 682 pasien Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri di luar rumah sakit sejak Juni, mengutip data platform pengaduan masyarakat independen LaporCovid-19.

Menurut temuan LaporCovid-19, mayoritas kasus kematian pasien saat isolasi mandiri terjadi karena penurunan saturasi oksigen secara mendadak. Pada hari ini, penambahan kasus Covid-19 turun menjadi 34.257 kasus. Penurunan terjadi karena total orang yang dites juga turun hanya 127.461 orang. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia sejak pandemi mencapai 2.911.733.

Kasus aktif atau pasien yang masih dalam perawatan dan isolasi mandiri hingga hari ini mencapai 542.938 orang atau bertambah 702 dari kemarin. Pasien positif yang sembuh bertambah 32.217 orang, sehingga total pasien yang dinyatakan pulih mencapai 2.293.875 orang. (Sumber: Anadolu Agency)

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)