LANGIT7.ID - , Jakarta - Doa merupakan salah satu media ibadah untuk seorang hamba berkomunikasi dengan Maha Pencipta. Melalui doa juga manusia menyadari akan kelemahannya dan memohon perlindungan pada Allah Maha Kuasa, penggerak dan pengatur segala sesuatu yang ada di bumi.
Berdoa juga bisa dijadikan sebagai senjata bagi orang beriman, seperti dalam hadits riwayat Al-Hakim.
الدعاء سلاح المؤمن
Artinya: "Doa adalah Senjata orang mukmin" (HR. Al-Hakim)
Sebagai senjata, doa bisa digunakan orang beriman dalam setiap kebutuhan. Termasuk kebutuhan berlindung agar terhindar dari orang-orang jahat.
Baca juga: Doa Syukur akan Nikmat Allah yang Dibaca saat Pagi dan PetangBerdoa sangat mudah dan ringan, maka hendaknya setiap muslim harus memohon dan memanjatkan harapannya pada Allah SWT. Tidak mau berdoa kepada Allah SWT, bisa dianggap sombong oleh-Nya. Itulah mengapa Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang tidak berdoa.
Kang Rashied, pendakwah sekaligus founder Musafir Center Indonesia mengatakan, "Kita punya kewajiban sebagai makhluk adalah berdoa kepada yang Maha Pencipta. Sedangkan wilayah ijabah adalah wilayah Allah. Kita wajib beribadah, wilayah pahala adalah wilayah Allah, dan wajib berusaha, tapi wilayah rezeki adalah wilayah Allah." paparnya saat dihubungi Langit7, Ahad (12/12/2021).
"Maka fokuslah di kehambaanmu, yaitu di doamu, ibadahmu, dan ikhtiarmu," tambahnya.
Berdoa bisa diterapkan dalam rangka meminta perlindungan kepada Allah SWT dari segala macam bahaya, termasuk bahaya dari orang-orang yang berniat berbuat jahat agar dihentikan atau dijauhkan.
Kemungkinan adanya orang berbuat jahat termasuk iri dan dengki kepada kita akan selalu ada. Sekalipun kita sudah berbuat baik dan tidak pernah berbuat jahat.
Rasulullah SAW juga tidak terhindar dari orang-orang seperti ini. Bahkan dirinya pernah dengan sengaja diberikan kotoran isi perut unta oleh kaum kafir Quraisy.
Berikut doa meminta perlindungan dari orang-orang yang hasut, iri dan dengki.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ خَلِيلٍ مَاكِرٍعَيْنَهُ تَرَانِي وَقَلْبُهُ تَرْعَانِي ، إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا ، وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا
ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN KHOLIILIN MAAKIR ‘AINAHU TAROONII WA QOLBUHU TAR’AANII IN RO-AA HASANATAN DAFANAHAA WA IDZAA RO-AA SAYYI-ATAN ADZAA’AHAA
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari teman yang licik yang pandangannya tertuju padaku dan hatinya merencanakan sesuatu yang buruk padaku. Jika melihat kebaikanku ia menguburnya dan jika melihat keburukanku ia menyebarkannya.(HR.Thabrani)
"Doa ini minta perlindungan dari orang-orang yang hasut, yang dengki, yang iri, yang kadang malah suka iri dengan kebaikan kita. Atau mereka menunggu keburukan kita untuk bisa disebarkan." papar Kang Rashied.
Maka sebagai mukmin yang baik, kita harus berlindung dari orang-orang yang hasut dengan doa.
"Biarkan nanti Allah yang akan menundukkan mereka dan menyadarkannya, kita terlindungi oleh proteksi doa." tambahnya.
Banyak mungkin diantara kita yang baru mendengar kalimat doa ini, sehingga terasa asing. Sebagian bahkan meragukan doa ini. Namun perlu diketahui bahwa lafadz doa itu banyak sekali. Ada doa yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, kemudian ada juga doa dari nabi Musa AS, atau doa dari nabi Isa AS.
Baca juga: Sunnah Rasulullah Jelang Tidur, Berdoa dan Bersihkan Kasur"Mungkin sebagian orang baru mendengar doa ini, tapi di kalangan mualimin (ulama), sudah akrab dengan doa-doa ini." terang Kang Rashied.
Doa bisa dengan kalimat apa saja, lebih utama memang dengan kalimat-kalimat yang ada dalam Alquran dan diajarkan oleh para Nabi.
"Yang terpenting, sebelum berdoa, awali dengan mengagungkan lafadz Allah SWT dan sertakan Nabi Muhammad SAW." pungkasnya.
(est)