LANGIT7.ID - , Jakarta - Jangan pandang sebelah mata orang yang hidup di jalanan. Meski berpenampilan urakan, sangar, dan berbagai stereotipe lainnya, namun mereka pun manusia ciptaan Allah. Setidaknya, hal itu yang ingin disampaikan Komunitas Punk Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta.
Setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri dalam menjalankan ibadahnya. Begitu dengan Middle Coral Scan Street Punk, salah satu komunitas punk yang ada di Jakarta Selatan ini.
Baca juga: Anak-Anak Punk Upacara HUT ke-76 RI, Ternyata Santri Tasawuf UndergroundDi sela-sela kegiatan mencari penghasilan dengan mengamen, tak lupa mereka masih menyempatkan diri untuk salat. Selain beribadah, komunitas ini juga sigap membantu teman atau saudaranya yang terkena musibah, salah satunya dengan mengumpulkan donasi.
Agar kenal lebih jauh dengan komunitas ini, tim Langit7 berkesempatan berbincang dengan Kiplay, anggota dari komunitas tersebut, Jumat (10/12/2021) lalu, saat penggalangan dana untuk Gunung Semeru.
Bagaimana teman-teman menafkahi keluarga tapi juga harus membantu sesama yang tengah kesusahan?
Pertama cari uang untuk keluarga, buat nafkah anak istri dan biaya sekolah. Kalau ada donasi seperti ini, ya kami bantu. Pentingin dulu yang terkena musibah, kami bantu mereka. Setelah Maghrib baru nyari uang buat orang rumah. Bagi bagi waktu aja antara yang membutuhkan sama yang di rumah.
Kemaren orangtuanya teman sakit tumor, kita bantu dengan galang dana. Ada lagi teman kita bernama May terkena Tumor ganas, kita juga bantu mengumpulkan donasi untuknya.
Bagaimana dengan kegiatan ibadah teman-teman di sini?
Untuk urusan ibadah alhamdulillah. Waktunya salat ya salat waktunya nyari duit ya nyari duit. Ibadah tetap nomor satu, tapi kan ibadah urusannya dengan Tuhan. Walaupun dipandang sebelah mata kita tetap percaya sama Tuhan. Walaupun dicaci maki atau dianggap sampah kita nggak peduli karena yang nilai jujurnya kita ya cuma Tuhan.
Bagaimana proses dalam belajar agama?
Untuk memperdalam ilmu agama, saya pernah belajar di Tasawuf Under Ground dijari sama Ustadz Alim Ambiya. Dia merangkul anak anak jalanan untuk belajar agama.
Dia ngajarin kita ngaji, dari yang belum bisa sampai bisa. Ngajarin juga shalat dari bacaan sampai cara wudhunya. Alhamdulillah anak-anak hampir bisa dengan agama.
“Nggak apa apa kamu di jalan, yang penting ingat (Tuhan). Walaupun kamu mabok tetap utamakan shalat.” kata Kiplay menirukan ucapan penyemangat Ustadz Alim pada komunitasnya.
Bagaimana perubahan teman-teman punk setelah belajar dengan Ustadz Alim?
Alhamdulillah sejak adanya Ustadz itu anak anak bisa beribadah sedikit-sedikit, nggak urakan banget. Kebanyakan orang menilai kita kerjaannya mabok dan sebagainya. Awalnya memang begitu, tapi dengan adanya Ustadz itu bisalah ngurang-ngurangin dosa dan ingat ibadah. Walaupun kita urakan gini masih inget namanya Tuhan.
Baca juga: Sempat Terhenti, Ngaji Filsafat di Masjid Jenderal Sudirman Aktif KembaliApa yang ingin Anda sampaikan pada masyarakat?
Ya, tolonglah, jangan pandang kita sebelah mata, walaupun urakan gini kan hatinya belum tentu. Hati kita Hello Kitty.
Walaupun kita galak, penuh tato atau bertindik, tapi hati kita belum tentu buruk. Sekarang ini kebanyakan orang rapih dan berdasi malah yang membodohi.
(est)