Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home global news detail berita

Resolusi Awal Tahun Bukan Tradisi Islam, Tapi Baik Dilakukan

Muhajirin Sabtu, 01 Januari 2022 - 13:37 WIB
Resolusi Awal Tahun Bukan Tradisi Islam, Tapi Baik Dilakukan
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Pergantian tahun kerap menjadi momen seseorang membuat beberapa resolusi. Namun sebenarnya, resolusi tahun baru bukan termasuk tradisi atau ajaran dalam Islam.

Akan tetapi, sah-sah saja bagi seseorang jika ingin membuat resolusi. Sebab, resolusi merupakan bentuk upaya mencapai kehidupan lebih baik di tahun yang baru dari tahun sebelumnya. Terlebih jika resolusi itu merupakan hasil proses muhasabah atas kehidupan selama ini.

Dalam Islam, muhasabah merupakan salah bentuk yang diapresiasi oleh Rasulullah SAW. Itu termaktub dalam hadits baginda nabi yang diriwayatkan oleh al-Imam at-Tirmidzi.

"Orang cerdas ialah orang yang mengintrospeksi dirinya dan melakukan amal kebaikan sebagai bekal setelah mati, Sementara orang lemah ialah yang menuruti hawa nafsu dan mengangan-angankan sesuatu kepada Allah.

Jika berpatokan pada hadits di atas, maka resolusi seorang musim tak terbatas pada pencapaian duniawi semata. Seorang muslim perlu membuat target untuk meningkatkan kualitas ibadah pada tahun yang baru sebagai bekal akhirat.

Terlebih, tujuan hidup seorang muslim adalah mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Ini sejalan dengan firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Qashash ayat 77.

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."

Baca Juga: Jelang Momen Pergantian Tahun, Bagaimana Resolusi dalam Islam?

Mengutip laman Bincang Syariah, ayat di atas mengandung empat poin penting dan perlu dijadikan refleksi untuk membuat resolusi tahun baru:

1. Memanfaatkan Nikmat Allah

Sepatutnya seseorang memanfaatkan segala bentuk nikmat Allah Ta'ala sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya. Anugerah berupa nikmat itu tak boleh menjauhi lupa dan jauh dari-Nya.

2. Mencari Dunia Berdasarkan Nilai Islam

Tidak ada larangan mencari kebahagiaan duniawi dalam Islam. Tapi itu tidak boleh menjadi tujuan. Namun, seorang musim patut memperhatikan dan mengamalkan syariah Islam selama mencari kebahagiaan tersebut.

3. Berbuat Baik kepada Sesama

Ayat di atas menganjurkan seorang muslim berbuat baik kepada sesama sebagai bentu syukur kepada Allah Ta'ala. Ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

"Siapa saja yang tidak pandai berterimah kasih pada sesama manusia, niscaya ia belum tergolong bersyukur kepada Allah." (HR at-Tirmidzi).

4. Tidak Boleh Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

Tahun baru kerap dirayakan dengan euforia berlebihan. Ini terlarang dalam Islam, karena berpotensi berbuat kerusakan di atas muka bumi. Allah membenci tindakan tersebut.

Maka itu, siapa saja yang ingin membuat resolusi tahun baru sepatutnya menjadikan akhirat sebagai tujuan. Dunia hanya sebagai sarana untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat.

"Bekerjalah untuk duniamu, seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya. Dan beramal-lah untuk akhiratmu, seakan-akan kamu akan mati esok hari."

Terlepas dari perdebatan terkait ungkapan tersebut merupakan hadits nabi atau petuah Ali bin Abi Thalib, tapi pernyataan tersebut sangat bagus dijadikan renungan dalam membuat resolusi tahun baru.

Sumber: bincangsyariah.com


(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)