Langit7, Yogyakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta memang tidak pernah ketinggalan dengan wisata alamnya. Terlebih Gunungkidul sebagai salah satu ikon pentingnya juga memiliki potensi pariwisata cukup tinggi.
Untuk itu, Universitas Gadjah Mada melalui program pengabdian masyarakat memprioritaskan pengembangan 13 geosites dengan model Get and Go di Kelurahan Ngoro-oro, Patuk, Gunungkidul.
Dilansir ugm.ac.id,
Get and Go, merupakan model wisata pendidikan berkelanjutan berbasis geologi dan pengetahuan masyarakat lokal di Gunungkidul.
“
Get & Go adalah akronim dari
Geological Tourism & Geological Exploration yang merupakan geo wisata berupa
live tour dan virtual tour berbasis pengetahuan, interpretasi, dan penjelajahan kekayaan geologi,” kata koordinator kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun 2021, Silvi Nur Oktalina dalam keterangannya.
Baca juga: Liburan Keluarga, Inilah Pilihan Aktivitas Luar Ruangan Seru di SingapuraSeperti diketahui, Kelurahan Ngoro-oro merupakan daerah penyangga Gunung Api Purba Nglanggeran. Sehingga memiliki potensi wisata geosites yang tinggi.
Adapun jumlah tim UGM yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Silvi Nur Oktalina dari Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner Sekolah Vokasi, Didit Hadi barianto sebagai dari Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik, dan Rina Widiastuti dari Program Studi Pariwisata Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya Sekolah Vokasi.
"Dalam implementasinya melibatkan mahasiswa. Saat ini, pengelolaan geosite sebagai destinasi wisata belum mengutamakan aspek geosite sebagai sebuah warisan geologi, yang sarat dengan pengetahuan ilmiah kebumian,” ujar Silvi.
Baca juga: Uniknya Pantai Teluk Penyu Cilacap, Ada Sunset dan SunriseMenurutnya, pengembangan pariwisata geosites diperlukan sebuah pengenalan fenomena geologi. Di mana fenomena itu tidak hanya indah disaksikan, tapi juga memiliki unsur edukasi wisata geosites dengan kesan mendalam.
Silvi berharap Bumi Wisata Ngoro-oro Gunungkidul dapat berkembang menjadi alternatif wisata edukasi berbasis sumber daya alam, khususnya kekayaan geologi yang saat ini belum banyak diangkat di Gunungkidul. Selain itu, juga sebagai laboratorium alam yang dapat digunakan mahasiswa untuk belajar kekayaan SDA yang ada di dalamnya.
"(Semoga) pengelola Wisata Bumi Ngoro-oro dapat berbenah dan bersiap dalam pembukaan kembali wisata di Yogyakarta, yang sekaligus menjadi upaya pemulihan perekonomian, terutama melalui wisata," tambahnya.
Baca juga: Menyusuri Gua Pindul, Objek Wisata Susur Gua di Bawah Tanah(zul)