LANGIT7.ID, Semarang - Baznas Jawa Tengah dinilai mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya menanggulangi permasalahan sosial di masyarakat.
Ketua Baznas RI Nur Ahmad mengapresiasi kinerja Baznas Jawa Tengah bahkan provinsi lain perlu belajar ke Jateng dalam pengelolaan zakat dan penyalurannya.
“Kalau ingin belajar tentang Baznas, belajar tentang bagaimana hubungan antara Baznas denagn pemerintah daerah, belajar ke Jawa Tengah. Kami sering memberi contoh di bebarapa provinsi yang kami kunjungi,” kata Nur Ahmad, dalam kunjungannya ke Semarang, dikutip Selasa (4/1).
Baca juga:
Zakat Produktif untuk Bantu Penyandang Disabilitas di JeparaMenurut dia, Baznas Jawa Tengah kemajuannya luar biasa, terutama sekali dalam hal upaya pengentasan di kemiskinan termasuk yang paling hebat, dan sering menjadi contoh provinsi lainnya di Indonesia.
“Tugas utama sekarang ini adalah pengentasan kemiskinan ekstrim di daerah pesisir yang dibebakan bapak wakil presiden,” ujarnya.
Baznas akan melihat daerah pesisir yang di situ masih terdapat warga miskin, dan akan ditindaklanjuti dengan mencanangkan upaya-upaya ekonomi di sana seperti memberdayakan ibu-ibu. Baznas akan memberikan penguatan ekonomi, dengan memberikan modal usaha.
“Program lainnya dengan menggerakkan Baznas Mikro Finance Desa untuk penguatan ekonomi masyarakat desa. Kami sudah lakukan di Purworejo dengan memberikan bantuan untuk menghidupkan kembali peternakan yang ditinggal pemiliknya karena gulung tikar akibat pandemi,” ucapnya.
Baca juga:
Kerja Sama dengan BPKH, MUI Resmikan Gedung Wisma Khadimul UmmahGubernur Jateng Ganjar Pranowo mengucapkan banyak terima kasih kepada ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah, karena rela menyumbangkan sebagian pendapatannya untuk kepentingan sosial kemanusiaan.
“Jadi setiap ASN di Jateng pendapatannya langsung dipotong 2,5 tiap bulan . Alhamdulilah kini tiap bulan terkumpul Rp4,7 miliar, “ kata Ganjar.
Dana Rp4,7 miliar dikelola Baznas Jateng untuk beberapa program, utamanya pengentasan kemiskinan, bantuan bencana alam, perbaikan rumah warga miskin, bantuan untuk lembaga pendidikan dan panti asuhan, serta pengobatan warga sakit.
Bahkan, dalam perkembangannya saat ini, dana Baznas digunakan untuk modal usaha tanpa bunga serta beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa.
(sof)