Langit7, Jakarta - Walaupun varian Delta dan Omicron mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat, tapi kekhawatiran itu ternyata tidak sampai membuat ketakutan masyarakat untuk berwisata atau mengunjungi tempat keramaian.
Hal itu dibuktikan dari meningkatnya jumlah pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII), terutama saat libur Natal dan Tahun Baru (nataru) beberapa hari lalu. Bahkan, bertepatan dengan weekend, jumlah pengunjung TMII dalam dua hari di awal Tahun Baru 2022 terus meningkat dibandingkan saat Natal 2021.
"Dibanding libur Natal minggu lalu, jumlah pengunjung TMII di Tahun Baru 2022 ini mengalami peningkatan. Saat Natal minggu lalu, jumlah pengunjung TMII 12.500 orang, sedangkan pada Sabtu (1/1/2022), jumlah pengunjungnya 15.471 orang dan Minggu (2/1/2022) ini tercatat ada 16.137 pengunjung," jelas Kepala Humas TMII, Adi Widodo, dalam keterangan tertulis, Selasa (4/1).
Baca juga: Menelusuri Desa Wisata Sembari Numpak Gerobak Sapi di BantulMeski mencatatkan peningkatan pengunjung, tapi angka itu masih jauh dari kapasitas 75 persen yang ditetapkan oleh pemerintah. Dalam persentasi tersebut, jumlah pengunjung yang diizinkan ke TMII sebanyak 45 ribu orang.
Selama masa libur Nataru 2022, pihaknya menerapkan penjualan tiket secara online yang diakses satu hari sebelum kedatangan. Upaya mengurangi kontak langsung demi menekan penularan Covid-19 itu, ternyata menjadi kendala tersendiri.
"Pembelian tiket online satu hari sebelum kunjungan berpengaruh pada jumlah kunjungan ke TMII. Sistem online ini banyak dikeluhkan warga yang tidak memiliki HP untuk bisa membeli tiket online," katanya.
Baca juga: Picknic, Wisata Virtual Sekaligus Wadah Promosi UMKMSelain itu, lanjut dia, aturan ganjil-genap kendaraan di obyek wisata membuat kunjungan ke TMII agak sedikit menurun. Kendati demikian, pihaknya akan tetap mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah.
TMII memastikan semua pengunjungnya menggunakan aplikasi PeduliLindungi ketika hendak masuk area wisata. Setiap pengunjung yang masuk, baik menggunakan kendaraan bermotor atau berjalan kaki, diwajibkan
scan barcode yang sudah disiapkan oleh masing-masing petugas.
"Secara umum, semua pengunjung sudah mematuhi protokol kesehatan dan tetap mengunduh aplikasi PeduliLindungi untuk bisa masuk ke TMII l. Petugas yang ada, baik di dalam mau pun di luar area TMII juga terus melakukan pengawasan terhadap prokes pengunjung," tegasnya.
Baca juga: Dosen UGM Kembangkan Model Get & Go di Bumi Wisata Ngoro-oro(zul)