LANGIT7.ID - Pengguna aplikasi Tiktok beberapa hari belakangan dibuat haru dengan cuplikan-cuplikan film yang mengisahkan tentang seorang tentara Turki yang mengasuh gadis kecil dari Korea Selatan.
Film yang tayang di Netflix ini sangat menyentuh, membuat netizen banjir air mata karena jalur ceritanya.
Berjudul
“Ayla: The Daughter of War”, film yang dirilis tahun 2017 ini diangkat dari kisah nyata Ayla gadis kecil sebatang karang yang diasuh oleh tentara Turki pada 1950, saat perang saudara di Korea Selatan (Korsel). Film ini dibintangi oleh aktor Turki dan Korsel bernama Ismail Haciouglu, sebagai Suleyman dan Kim Seol, sebagai Ayla.
Kisah ini diawali dari Suleyman Dilbirligi, seorang tentara Turki yang ditugaskan membantu perang saudara di Korsel pada tahun 1950 bersama dengan pasukan Turki lainnya. Saat hendak mengejar musuh, Suleyman yang berpangkat sersan bersama pasukan berjalan ke sebuah desa.
Ia bertemu dengan sorang gadis berusia lima tahun yang lolos dari pembantaian. Si gadis cilik menangis sambil menggenggam tangan ibundanya yang meninggal.
Suleyman pun membawa gadis itu ke markas dan menamainya “Ayla” yang berarti bulan. Setelah melalui hari-hari bersama gadis cilik itu saat perang, masa tugas Suleyman di negeri ginseng selesai, ia harus kembali ke Turki bersama tentara lainnya.
![The Daughter of War, Kisah Haru Tentara Turki dan Gadis Cilik Korea]()
Tak ingin berpisah dengan Ayla, Suleyman menggunakan beberapa cara agar bisa membawa Ayla agar bisa ikut pulang bersamanya. Upanya sia-sia. Peraturan tidak membolehkannya. Ayla pun dititipkan ke sebuah panti asuhan dan Suleyman kembali ke negara asalnya.
Akting keduanya memikat. Dalam film berdurasi cukup lama, 2 jam 5 menit, terasa jalinan emosi nyata di antara Suleyman dan Ayla.
Suleyman terlihat menyayangi Ayla. Keraguan si gadis cilik terhadap Suleyman yang notabene sosok asing baginya, perlahan luntur dan ia mulai menyandarkan hidupnya pada laki-laki yang kemudian dipanggilnya “Baba” itu. Sang sersan beperan sebagai ayah tunggal bagi Ayla selama kurang lebih 15 bulan hidup bersama.
Film ini diinspirasi dari kisah nyata. Dalam kehidupan asli, Suleyman di usianya yang telah menua tetap mengingat dan berusaha mencari Ayla. Niat itu menggerakkan sebuah stasiun TV Korea Selatan untuk membantu agar keduanya bisa bertemu.
(Foto asli Suleyman dan Aylan saat Perang Korea 1950)Saat hendak berpisah dengan Ayla, Suleyman sempat berjanji untuk menemui Ayla kembali suatu saat nanti. Namun, karena beberapa keadaan, Suleyman kesulitan bisa bertemu kembali dengan Ayla.
Enam puluh tahun kemudian keinginan Suleyman terpenuhi. Ia berjumpa Ayla yang telah tumbuh menjadi perempuan kuat juga sudah menjadi orang tua. Suleyman memeluk erat Ayla seperti ketika ia pertama kali bertemu..
Film yang mewakili Turki di ajang begengsi Oscar meraih kategori film terbaik berbahasa asing. Can Ulkay adalah sutradara film yang diproduksi oleh Warner Bros tersebut,
(arp)