LANGIT7.ID - , Jakarta - Aksi psikolog anak Seto Mulyadi atau biasa disapa Kak Seto menggendong spirit doll milik Ivan Gunawan di salah satu stasiun tv swasta tengah jadi sorotan. Pasalnya ia menimang boneka tersebut layaknya bayi sungguhan.
Banyak yang menduga bahwa Kak Seto juga mempercayai boneka tersebut memiliki arwah. Namun, Kak Seto mengatakan hal tersebut tidak benar saat dihubungi Langit7.
"Spirit doll itu saya anggap seperti boneka saja. Malah saya main-mainkan, saya beri suara gitu. Jadi saya tidak melihat ada sesuatu yang aneh atau apa. Sudah saya anggap itu boneka. Saya disuruh pegang jadi saya megang," katanya kepada Langit7, Rabu, (5/1/22).
Baca juga: Muhammadiyah: Adopsi Spirit Doll itu Syirik, Umat Harus Perkuat Tauhid"Ada beberapa netizen yang seolah-olah menganggap kok saya percaya. Saya tidak percaya sama sekali bahwa itu ada nyawanya atau isi apa segala macam. Saya tidak menganggap seperti itu," tambahnya.
Kak Seto tidak menyangka jika aksinya itu diinterpretasikan berbeda. Padahal ia hanya menganggap boneka yang digendongnya sama seperti boneka Susan milik Ria Enes.
Menurut dia, sprit doll itu hanya boneka yang dibuat sedemikian rapih seolah-olah seperti bayi manusia sungguhan.
"Dibikin kayak hidup, ini kan kreatifitas dunia usaha saja mungkin bisa jadi lahan bisnis. Diciptakan itu karena menyadari cukup banyak yang menyukai atau bisa memanfaatkan, ya silahkan," katanya.
Meskipun begitu, Kak Seto tidak mempermasalahkan jika ada yang menganggapnya berbeda, karena itu urusan pribadi masing-masing orang.
"Saya tidak tahu seberapa jauh kepercayaan pemiliknya itu, siapapun juga. Tapi itu kan urusan masing-masing. Dalam arti, mungkin sebagai alat untuk mengobati kerinduan ingin punya bayi atau ingin punya bayi tapi tidak mau tanggung jawabnya karena kalau ada bayi tanggungjawabnya besar. Belum kalau sakit, belum biaya-biaya untuk perawatan nanti pada waktu sekolah dan sebagainya. Jadi itu masing-masing urusan pribadi, saya tidak mau terlalu ikut campur tangan," tuturnya.
Ia menjelaskan setiap orang memiliki hak melakukan apapun termasuk mengadopsi spirit doll, meskipun motivasinya berbeda-beda.
"Motivasinya berbeda-beda menurut saya, dan itu hak mereka masing-masing," katanya.
Baca juga: Spirit Doll dan Indahnya Karunia Anak dalam AlquranPria kelahiran Klaten, 28 Agustus 1951 ini menyarankan apapun itu jangan sampai tergelincir dalam hal yang mungkin tidak rasional.
"Apapun juga ada penilaiannya, jangan sampai kita tergelincir dalam hal-hal yang mungkin tidak rasional begitu. Intinya itu jangan sampai kita kehilangan rasa kemanusiaan. Kita lalu lebih menghargai, lebih dekat dengan benda-benda itu daripada yang betul-betul ciptaan Tuhan," tutupnya.
(est)