LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menanggapi fenomena adopsi boneka arwah atau spirit doll di kalangan figur publik. Dia menyangkal jika boneka itu diisi oleh arwah yang sudah meninggal.
Anggapan spirit doll berisi arwah manusia yang telah meninggal bertentangan dengan prinsip akidah Islam. Rasulullah sudah menjelaskan, setiap manusia yang meninggal dunia langsung dibawa ke alam barzakh, sehingga tidak mungkin bisa dipanggil.
"Soal arwah menurut ajaran Islam, keyaknan saya, itu sudah disimpan oleh Allah di alam barzah, jadi tidak bisa dipanggil-panggil atau tidak bisa dimintai pertolongan karena mereka sedang istirahat, baik orang baik atau orang buruk," kata Dadang, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Rabu (5/1/2022).
Dadang menilai, ajaran Islam tidak memperbolehkan seseorang mengangkat boneka menjadi anak. Kecuali jika boneka itu dijadikan mainan untuk anak-anak. Boneka sebagai mainan memiliki riwayat dari Imam Bukhari tentang Ibunda Aisyah yang memiliki boneka.
Baca Juga: Ustadz Muhammad Faizar: Spirit Doll itu seperti Berhala, Dihuni Jin
"Mengangkat anak pada boneka juga tidak boleh. Kecuali boneka biasa untuk kesukaan," ucapnya. Maka dari itu, umat Islam sebaiknya memperkuat tauhid kepada Allah Ta'ala dan menolak semua bentuk-bentuk syirik tanpa terkecuali.
"Tidak boleh meminta kepada selain Allah dalam hal kekayaan atau apapun," ucap Dadang.
Sementara, Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah, Faozan Amar, mengatakan, jika pemilik spirit doll adalah umat Islam dan menganggap boneka itu bisa membawa manfaat atau keberuntungan, maka itu sudah masuk dalam kategori mencederai akidah tauhid.
"(Syirik) karena mempercayai ada ruh dalam boneka yang membawa keberuntungan," ujarnya.
(jqf)