LANGIT7.ID - - Penyanyi asal Inggris Yusuf Islam atau dikenal dengan Cat Stevens, mendonasikan kereta perdamaian bertenaga listrik ke Christchurch, Selandia Baru. Sumbangan tersebut diberikan Yusuf Islam dengan harapan dapat membawa senyuman bagi generasi mendatang.
Yusuf Islam mengumumkan bahwa ia menyumbangkan kereta tersebut setelah serangan masjid pada Maret 2019. Saat itu ia tengah melakukan tur keliling dunia membawakan lagu hits klasiknya, Peace Train, di upacara peringatan yang diadakan hanya beberapa hari setelah serangan.
Baca juga: BAZNAS Himpun Rp. 5,4 M Donasi Kemanusiaan untuk Korban SemeruKereta sumbangan Yusuf Islam ini memiliki empat gerbong yang beroperasi tanpa rel untuk dapat membawa anak-anak dan keluarga.
"Kami mencari sukarelawan yang bersedia untuk mengemudikan kereta dan bertindak sebagai kondektur bagi orang-orang yang ingin naik," kata manajer taman, program, dan kemitraan Council Kate Russell, seperti dilansir dari laman Stuff, Selasa (11/1/2022).
“Jika Anda menyukai kereta api, senang berada di dekat anak-anak, dan bersedia bekerja minimal tiga shift dua jam setahun, kami akan senang mendengar kabar dari Anda.”
Butuh Relawan Dewan berencana untuk menjalankan kereta di South Hagley Park pada hari Minggu kedua setiap bulan, kecuali untuk bulan-bulan musim dingin di bulan Juni, Juli dan Agustus, dari pukul 10 pagi hingga 4 sore. Pihaknya telah meminta relawan untuk menjalankan jadwal kereta api tersebut.
“Kami dapat meningkatkannya jika permintaan ada, tetapi kami tahu kota ini memiliki acara lain yang ingin menggunakannya,” kata Russell.
Yusuf Islam, yang memulai karir musiknya pada tahun 60-an, menjadi seorang Muslim pada tahun 1978. Dia memiliki rantai sekolah dan badan amal.
Baca juga: Penyanyi Mualaf Sinead O'Connor Berduka, Putranya Ditemukan Meninggal DuniaDia menjalankan organisasi amal bernama Small Kindness, yang mendukung para korban di zona konflik dengan memberikan bantuan dan layanan pendidikan. Persentase dari pendapatannya digunakan untuk amal.
Ini bukan pertama kalinya bintang Muslim itu melakukan inisiatif serupa.
Pada tahun 2018, Islam mengumumkan bahwa ia menyumbangkan lebih dari AUD 1 juta atau setara dengan Rp10,2 miliar dari hasil tur Australianya pada tahun 2017 ke sejumlah acara lokal dan internasional melalui organisasi bantuan Penny Appeal.
(est)