LANGIT7.ID, Jakarta - Sebanyak tujuh perempuan andal ini bergabung dengan tim pemulasaraan jenazah Covid-19 karena alasan kemanusiaan. Mereka terpanggil karena mengetahui tidak sedikit jenazah pasien positif perempuan diurus oleh laki-laki.
Mereka yakni Puji Hartini, Yosepha Liberata Ana, Kandriyani, Yuliana, Purwanti, Dewi Purwati, dan Imelda Sari. Para peremuan ini dari hati ingin mengurus jenazah pasien positif Covid-19 perempuan.
"Yang pasti pertama untuk kemanusiaan. Karena laki-laki diurus oleh tim laki-laki, sedangkan perempuan harus diurus pula oleh perempuan," ujar Puji, Kamis (22/7/2021).
Puji mengatakan sudah menangani dua jenazah pasien Covid-19 selama bertugas di Kelurahan Sunter Agung.
Kalau pulang kerja, dia tidak didampingi oleh suami, karena kami sudah biasa. Dia mengatakan, suaminya juga mengabdi sebagai petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 untuk alasan kemanusiaan.
"Suami saya kan Ketua Karang Taruna Kelurahan, jadi dia juga bergabung dalam tim ini, cuma beda tim. Saya tim tiga, dia tim empat," ujarnya.
Senada, tenaga pemulasaraan jenazah lain bernama Yosepha (40) juga ingin bergabung karena alasan kemanusiaan. Dia melihat, ketika ada jenazah Muslim didoakan oleh orang Islam. Ketika jenazah Kristen pun ingin ia bantu pula mendoakannya.
"Kalau Kristen kan ada saya, saya langsung secara spontan mendoakannya saja. Karena kebetulan saya Kristen," kata Yosepha.
Lurah Sunter Agung, Danang Wijanarka mengatakan, petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 sudah menerima pelatihan dua kali dari Suku Dinas Kesehatan Tanjung Priok dan Puskesmas Tanjung Priok.
"Pelatihan pertama diadakan pada 29 Juni, sedangkan pelatihan kedua pada 5 Juli," ujar Danang.
Adapun jumlah petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 di Kelurahan Sunter Agung saat ini terdiri atas 29 orang petugas, dan 10 orang berasal dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Karang Taruna, dan Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kelurahan Tanjung Priok.
"Jadi total kami memiliki 39 tenaga pemulasaraan jenazah Covid-19 yang dibentuk Kelurahan Sunter Agung secara mandiri. Mereka sudah terlatih karena mengikuti pelatihan tata cara pemulasaraan jenazah COVID-19," kata Danang. (
Antaranews).
(bal)