Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Angka Positivity Rate Covid-19 Secara Nasional Melandai

Garry Talentedo Kesawa Kamis, 24 Februari 2022 - 08:35 WIB
Angka Positivity Rate Covid-19 Secara Nasional Melandai
Ilustrasi hasil tes negatif dengan menggunakan tes cepat untuk COVID-19, tes titik perawatan antibodi cepat. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7, Jakarta - Angka positivity rate secara nasional mulai melandai dalam satu minggu terakhir ini. Positivity rate nasional saat ini berada di angka 17,7persen dan positivity rate di sejumlah daerah juga menunjukkan tren penurunan.

Positivity rate DKI Jakarta yang sempat di posisi 23,8 persen pada periode 8-14 Februari lalu, turun menjadi 18,5 persen pada periode 15-21 Februari. Banten yang sempat mencatat positivity rate 27,4persen pada 8-14 Februari lalu, turun menjadi 23,1 persen pada periode 15-21 Februari.

Baca Juga: 5 Kelompok Paling Berisiko Terinfeksi Covid-19

Bali dari 18,2 persen turun menjadi 11,2 persen, DKI Jakarta sempat pada 23 persen turun menjadi 17,8 persen, Jawa Barat sempat pada 23,7 persen turun jadi 22,8 persen, Jawa Tengah dari 27,6 persen jadi 26,5 persen, Jawa Timur 18 persen turun jadi 17 persen.

"Jadi beberapa pekan ini, terutama di Jawa Bali yang merupakan penyumbang kasus 60 sampai 70 persen kasus konfirmasi nasional, terlihat penurunan angka positivity rate nya," ucap dr. Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dipantau di laman Kemenkes RI, Rabu (23/2/2022).

Selain positivity rate yang turun, kondisi hospitalisasi harian rumah sakit nasional masih stabil. Hingga, Selasa (22/2/2022) angka bed occupancy ratio (BOR) nasional masih di angka 38 persen, sama seperti posisi hari sebelumnya.

Baca Juga: Pamerintah Tak Mau Latah Tentukan Status Pandemi ke Endemi

"Meski begitu, semua daerah belum pernah mencapai tingkat perawatan pasien seperti saat puncak Delta tahun 2021. Angka tempat tidur isolasi dan intensif untuk perawatan Covid-19 masih di angka 38 persen, masih sama seperti kapasitas Senin (21/2/2022)," ujar dr Nadia.

Terkait perawatan pasien di rumah sakit, hingga Sabtu (19/2/2022), jumlah kumulatif pasien yang dirawat di masa dominasi varian Omicron sejumlah 123.905 pasien. Dari total pasien yang dirawat, sebagian besar merupakan pasien dengan gejala ringan dan tidak bergejala (OTG), masing-masing sebesar 39 persen dan 32 persen.

"Dengan menjalankan strategi isolasi mandiri serta dukungan pelayanan telemedisin, kita bisa meringankan beban rumah sakit dan tenaga kesehatan kita secara efektif hingga 71 persen," katanya.

Baca Juga: Tes Swab Antigen dan Tes Swab PCR, Akurat Mana?

Menurutnya, tempat tidur isolasi dan intensif di rumah sakit pun harus efektif digunakan hanya untuk perawatan pasien bergejala sedang hingga kritis. Tempat tidur isolasi dan intensif untuk merawat pasien sedang hingga kritis ini baru terisi sekitar 29 persen dari alokasi yang ada saat ini.

Perlu diketahui juga bahwa kondisi tempat tidur isolasi dan intensif yang saat ini disediakan pemerintah belum sebanyak seperti kasus gelombang Delta tahun lalu, yang bisa diperluas hingga 150.000 tempat tidur isolasi dan intensif.

Namun, pencegahan tidak hanya dilakukan melalui proses perawatan pasien terinfeksi Covid-19. Harapan pemerintah, vaksinasi bisa berkontribusi besar untuk mencegah pasien bergejala berat hingga berisiko kematian akibat infeksi Covid-19. Dari angka kumulatif ini juga, tercatat 2.484 pasien meninggal dunia, serta 73 persen dari pasien yang meninggal belum divaksinasi lengkap. Berdasarkan data 17.871 pasien yang dirawat sejak 21 Januari-19 Februari 2022 lalu, kematian meningkat pada kelompok lansia, komorbid, dan belum melengkapi vaksinasi.

Baca Juga: Batam Waspada Tes PCR Palsu, Perbatasan Laut Diperketat

Dia mengatakan, vaksinasi lengkap memberikan perlindungan hingga 67 persen dari kematian, bahkan hingga 91persen perlindungan bagi yang telah melakukan vaksinasi booster. Oleh sebab itu, pemerintah terus mempercepat laju vaksinasi bekerja sama dengan pemerintah daerah, serta instansi-instansi lain, seperti TNI dan Polri.

Khusus bagi lansia dengan risiko lebih berat ketika terpapar Covid-19, Kemenkes memperpendek interval vaksinasi booster menjadi minimal 3 bulan sejak vaksinasi primer lengkap diberikan. Hal ini berdasarkan rekomendasi Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan bertujuan melindungi golongan lansia. Jenis vaksin yang digunakan dapat sama atau berbeda dengan vaksin primer selama telah memperoleh EUA dari BPOM dan rekomendasi ITAGI.

Baca Juga:

Madinah Jadi Kota Teraman di Dunia untuk Solo Traveler Wanita

Pesona Maroko, Destinasi Wisata Muslim yang Kental Nuansa Sejarah


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)