LANGIT7.ID, Gianyar - Pelatih Arema FC Eduardo Almeida tidak menganggap bahwa pertandingan kontra PSS Sleman di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (13/1) petang sebuah partai balas dendam. Di leg pertama lalu, Singo Edan harus mengakui keunggulan Super Elang Jawa, dengan skor 1-2.
Akan tetapi, Eduardo menilai pertandingan tersebut sangat penting bagi timnya untuk bisa mencapai puncak klasemen sementara. Dengan catatan, Persib tidak memenangkan pertandingan melawan Bali United, pada hari yang sama.
“Tidak ada revans, ini sepak bola setiap waktu kita bisa menang juga bisa kalah,” kata Eduardo Almeida, dikutip Kamis (13/1/2022).
Baca juga:
Jelang Persib vs Bali United, Adu Tajam Penyerang BintangDalam partai tersebut, mantan pelatih Semen Padang FC itu bertekad untuk mempertahankan tren positif Dedik Setiawan dkk, yang belum terkalahkan dalam 15 pertandingan terakhir.
“Tapi tentang pertandingan nanti, kami berusaha menjaga target untuk tidak kalah di pertandingan dan berusaha selalu menang di pertandingan untuk mencapai posisi puncak,” ucapnya.
Meski demikian, Eduardo memprediksi timnya tidak aman mudah mengalahkan klub besutan I Putu Gede, karena PSS Sleman baru saja mencatatkan kemenangana besar, pada pekan sebelumnya.
“PSS tim yang bagus. Mereka adalah tim yang selalu menunjukkan diri sebagai tim yang selalu menginginkan kemenangan. Kita harus melakukan persiapan sebaik mungkin, untuk mendapatkan tiga poin,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Baik Persib Bandung dan Arema FC memiliki poin sama, yakni 37. Tapi Persib bisa menjadi pemuncak klasemen sementara, karena unggul dalam selisih gol sampai dengan pekan ke-18.
(sof)