Langit7, Jakarta - Kalangan pehobi burung kicau pasti sudah tidak asing dengan burung murai. Burung dengan kicauan paling merdu dan ekor yang panjang ini cukup diminati karena keindahannya.
Selain karena keindahan suara dan bentuk fisiknya, murai juga merupakan burung cerdas yang bisa meniru berbagai suara jenis burung lain dengan cukup mudah.
Baca juga: Langkah Pemprov Jabar Tingkatkan SDM Unggul di Sektor WirausahaHal itu menjadikan jenis burung berwarna hitam kekuningan ini cukup diminati dikalangan pehobinya. Sehingga ternak murai menjadi usaha yang juga terbilang cukup menjanjikan.
"Burung murai dari dulu sampai sekarang selalu ramai, jadi jelas pemasarannya juga bagus," kata Engkus, peternak murai asal Rangkasbitung, Banten, dikutip dari kanal YouTube agromaritim.
Peternakan Kicau Bersaudara miliknya itu sudah dirintis sejak 2014 silam. Dia beternak jenis murai batu asal Borneo dan Medan.
Baca juga: Tak Hanya Mamin, Layanan Jasa Juga Wajib Bersertifikat HalalMenurutnya, beternak murai batu butuh kesabaran dan ketekunan yang cukup. Begitu juga dengan dia yang mengaku telah melalui tahap
trial-error berulang kali.
"Penjualan kami lumayan jauh, sampai ke Medan, Surabaya, Bondowoso, Yogyakarta, Lampung, Padang, Jakarta, dan Tangerang," jelasnya.
Engkus menyebutkan, anakan murai yang masih diloloh dipasarkan dengan harga Rp2,5 juta. Sementara murai yang sudah lepas trotol atau usia delapan bulan mencapai harga Rp8 juta.
"Kalau burung sudah juara kontes maka bisa dihargai lebih tinggi daripada burung bahanan di sini," tambahnya.
Baca juga: Potensi Usaha Minuman Kekinian, Milenial Ini Raup Rp500 Ribu per Hari(zul)