Anwar Abbas mengingat betul bagaimana Buya Syafii mencintai Sang Surya. Menurutnya, almarhum selalu mendorong kader-kader muda Muhammadiyah berkualitas secara intelektual.
Bamsoet mengatakan bangsa Indonesia sangat kehilangan sosok seperti Buya Syafii Maarif yang senantiasa mengajarkan untuk bersaudara dalam perbedaan dan berbeda dalam persaudaraan.
Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengenang mendiang mantan Ketua Umum PP, Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif sebagai sosok yang bersahaja dan negarawan berintegritas.
Menurut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini Buya Anwar Abbas, Buya Syafii adalah tokoh intelektual yang langka di Indonesia. Dia dikenal sebagai tokoh yang berintegritas, tidak haus harta dan kekuasaan.
Di Yaman, pria gay yang belum menikah akan dihukum cambuk 100 kali. Bagi yang sudah menikah dan melakukan seks sesama jenis akan dirajam sampai mati. Sementara bagi lesbian dipenjara hingga tiga tahun.
Ketua MUI KH Cholil Nafis termasuk yang mengagumi pribadi Buya Syafii Maarif. Buya Syafii adalah teladan bagi generasi muda dalam membangun intelektualitas berpikir dan merawat kemajemukan.
Ketua PP Muhamamdiyah, Prof. Haedar Nashir mengatakan almarhum Ahmad Syafi'i Maarif atau Buya Syafii dikenal sebagai tokoh yang menjunjung tinggi moral dan akal serta peradaban mulia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nahsir akan melepas almarhum Prof. Ahmad Syaii Maarif atau Buya Syafii ke pemakaman dari Masjid Gede Kauman, Yogyakarta.
Almarhum Ahmad Syafii Maarif atau lebih akrab disapa Buya Syafii memiliki kepedulian yang besar pada bangsa selama hidupnya. Buya menilai Indonesia merupakan bangsa yang belum sepenuhnya jadi.
Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra mengenang Buya Syafii Maarif sebagai cendekiawan yang selalu berlapang dada menerima perbedaan pandangan.
Direktur RS PKU Myhammadiyah Gamping, Ahmad Faesol mengatakan, Buya Syafi'i dinyatakan meninggal setelah mengalami henti jantung (cardiac arrest) dua kali.