LANGIT7.ID - , Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif wafat pada Jumat (27/05), sekira pukul 10.15 WIB. Cendekiawan muslim yang akrab dengan sapaan Buya Syafii Maarif itu menghembuskan nafas terakhir di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengatakan jamaah yang ikut menshalati Buya Syafii di Masjid Gedhe Kauman, bergelombang tiada henti. Jenazah guru bangsa ini kemudian dimakamkan di Taman Makan Husnul Khotimah di Kulonprogo.
Baca juga: Kenang Sosok Buya Syafii, Cak Imin: Beliau Sosok Negarawan BerintegritasDi samping istri Buya Syafii, Khalifah Ma'arif, Haedar menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga bagi yang datang melayat, menyalatkan, dan mendoakan sosok yang dikenal bersahaja itu.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang begitu mencintai beliau dengan segala dukungan, takziah, doa bahkan tadi jamaah yang mensholati beliau bergelombang tiada henti,” kata Haedar seperti dikutip dari laman Muhammadiyah, Sabtu (28/5/2022).
Haedar pun tak lupa memohon maaf bila sepanjang hidup almarhum ada kekurangan dan kehilafan. Lalu, jika ada hak-hak yang belum ditunaikan dan diselesaikan PP Muhammadiyah terbuka menyelesaikan.
Diketahui, Buya Syafii Maarif sempat menjalani perawatan selama hampir sebulan di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Sempat kembali ke rumah, namun karena keluhan sesak napas, Buya Syafii kembali dibawa ke rumah sakit dua pekan lalu.
Haedar pun membagikan pesan terakhir Buya untuk menjaga keutuhan bangsa, keutuhan Muhammadiyah, dan keutuhan umat.
Baca juga: Kapolri: Amanah dan Pesan Positif Buya Syafii Terus Kita Lanjutkan“Rasa kehilangan dan duka atas wafatnya ayahanda kami Buya Syafii Maarif. Saya menemani beliau hingga menghembuskan nafas terakhir menghadap Allah SWT, menjadi saksi bahwa beliau dipanggil Allah. Pesan beliau jaga keutuhan bangsa, Muhammadiyah, dan umat,” tutur Haedar.
(est)