Selain faktor cuaca hujan, BMKG menyebut gelombang tinggi di Laut Jawa yang mencapai 2,5 meter juga memberikan dampak terhadap peningkatan banjir rob di wilayah-wilayah tersebut.
Sejauh ini belum ada tindak lanjut untuk memperbaiki tanggul yang jebol karena kondisi di lapangan belum memungkinkan sehingga belum ada langkah signifikan yang diambil.
Ratusan rumah di Ujungsari RW 01 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, pada Selasa (24/5/2022) pagi masih terendam banjir setinggi lutut orang dewasa
Daerah diminta untuk standby dan memonitor perkembangan di wilayahnya masing-masing dengan memberikan laporan secara berkelanjutan. Saat ini sudah ada warga yang minta dievakuasi dari tempat tinggalnya supaya hal itu secepatnya ditindaklanjuti.
Penyebab jebolnya tanggul tersebut diduga akibat rob yang besar sehingga tanggul penahan air laut di kawasan Lamicitra tidak mampu menahan debit air laut yang cukup besar.
Sirkulasi siklonik terpantau di Selat Karimata bagian selatan yang membentuk daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Kalimantan Tengah hingga Laut Jawa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi hujan lebat dengan angin kencang disertai petir atau kilat.
Cuaca di beberapa wilayah di Tanah Air terasa sangat panas akhir-akhir ini. Masyarakat diminta waspada dan menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Adib menjelaskan bahwa berdasarkan data astronomi, pada Jumat dan Sabtu, 27 & 28 Mei 2022, matahari akan melintas tepat di atas Ka'bah.
Heat stroke membutuhkan perawatan darurat. Jika tidak, hipertermia dapat dengan cepat merusak otak, jantung, ginjal, dan otot manusia. Bila perawatan tertunda bisa meningkatkan risiko komplikasi serius atau kematian.
Para peneliti mencemaskan kenaikan suhu secara keseluruhan. Secara umum 93 persen kemungkinan pada 2022 sampai 2026 akan muncul rekor suhu terpanas di Bumi.
BMKG memastikan suhu udara terik yang terjadi bukan fenomena Gelombang Panas, melainkan dipicu oleh beberapa faktor, seperti posisi semu matahari yang saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator.