LANGIT7, Jakarta - Heat stroke atau serangan panas merupakan suatu kondisi hipertermia yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh tidak normal. Bentuk cedera panas yang paling serius ini, dapat terjadi jika suhu tubuh naik hingga 40 derajat atau lebih tinggi. Kondisi ini sering terjadi pada musim panas.
Melansir dari Mayoclinic, Kamis (12/5/2022) sejatinya, tubuh secara normal menghasilkan panas sebagai metabolisme dan mampu menghilangkan panas melalui kulit atau dengan penguapan keringat. Penyebab lain dari heat stroke adalah dehidrasi.
Baca Juga: Bumi Memanas, Suhu Tahunan Diperkirakan Naik 1,5 Derajat CelciusNamun, saat kondisi panas ekstrem, kelembapan tinggi, atau aktivitas fisik yang berat di bawah matahari, tubuh tidak dapat menghilangkan panas secara normal dan suhu tubuh naik signifikan. Individu yang paling berisiko terhadap heat stroke adalah bayi, orang tua, atlet, dan orang yang bekerja di luar ruangan.
Heat stroke membutuhkan perawatan darurat. Jika tidak, hipertermia dapat dengan cepat merusak otak, jantung, ginjal, dan otot manusia. Bila perawatan tertunda bisa meningkatkan risiko komplikasi serius atau kematian.
Gejala Heat Stroke- Suhu tubuh tinggi mencapai 40 derajat atau lebih tinggi.
- Perubahan kondisi mental atau perilaku, kebingungan, agitasi, bicara cadel, iritabilitas, delirium, kejang, dan koma yang diakibatkan oleh sengatan panas.
Baca Juga: Masuki Musim Kemarau, BPBD Imbau Masyarakat Hemat Air- Pada heatstroke yang disebabkan oleh cuaca panas, kulit akan terasa panas dan kering saat disentuh. Namun, pada serangan panas yang disebabkan oleh olahraga berat, kulit terasa kering atau sedikit lembab.
- Mual dan muntah.
- Pernafasan cepat.
- Detak jantung lebih cepa karena tekanan panas menempatkan beban pada jantung untuk membantu mendinginkan tubuh.
- Sakit kepala.
Cara Mencegah Heat Stroke- Pakai pakaian yang longgar dan ringan.
- Melindungi diri dari sengatan Matahari.
- Minum banyak air putih.
- Hindari alkohol atau minuman berkafein.
- Mandi air dingin.
- Jangan meninggalkan orang di dalam mobil tertutup.
Baca Juga:
Fenomena Panas Terik, BMKG Imbau Masyarakat Jaga Stamina Tubuh
Indonesia Panas Terik, BMKG Pastikan Bukan Heatwave(asf)