Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengenang mendiang mantan Ketua Umum PP, Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif sebagai sosok yang bersahaja dan negarawan berintegritas.
Menurut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini Buya Anwar Abbas, Buya Syafii adalah tokoh intelektual yang langka di Indonesia. Dia dikenal sebagai tokoh yang berintegritas, tidak haus harta dan kekuasaan.
Ketua MUI KH Cholil Nafis termasuk yang mengagumi pribadi Buya Syafii Maarif. Buya Syafii adalah teladan bagi generasi muda dalam membangun intelektualitas berpikir dan merawat kemajemukan.
Ketua PP Muhamamdiyah, Prof. Haedar Nashir mengatakan almarhum Ahmad Syafi'i Maarif atau Buya Syafii dikenal sebagai tokoh yang menjunjung tinggi moral dan akal serta peradaban mulia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nahsir akan melepas almarhum Prof. Ahmad Syaii Maarif atau Buya Syafii ke pemakaman dari Masjid Gede Kauman, Yogyakarta.
Almarhum Ahmad Syafii Maarif atau lebih akrab disapa Buya Syafii memiliki kepedulian yang besar pada bangsa selama hidupnya. Buya menilai Indonesia merupakan bangsa yang belum sepenuhnya jadi.
Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra mengenang Buya Syafii Maarif sebagai cendekiawan yang selalu berlapang dada menerima perbedaan pandangan.
Direktur RS PKU Myhammadiyah Gamping, Ahmad Faesol mengatakan, Buya Syafi'i dinyatakan meninggal setelah mengalami henti jantung (cardiac arrest) dua kali.
Kabar duka datang dari tokoh Indonesia, Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif. Mantan ketua PP Muhammadiyah ini tutup usia di RS PKU Muhammadiyah Gamping.