Satgas Covid-19 mencatat adanya penambahan sebanyak 415.390 orang. Secara keseluruhan, penduduk Indonesia yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau lengkap berjumlah 107.051.563 orang.
Pemerintah di berbagai negara termasuk Indonesia menyusun pelaku perjalanan, khususnya perjalanan internasional yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari ancaman terpapar atau membawa kasus varian baru ke dalam negeri.
Persiapan matang untuk penyediaan stok vaksin dari Pemerintah Pusat pun sejalan dengan program percepatan vaksinasi yang dilakukan oleh para Pemerintah Daerah.
CEO Moderna mulai membunyikan alarm baru di pasar keuangan setelah memperingatkan bahwa vaksin sepertinya kurang ampuh melawan varian yang pertama kali muncul di Afrika Selatan tersebut.
Cakupan vaksinasi di Indonesia dari 208,2 juta sasaran, sekitar 215,6 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 130,3 juta orang yang menerima vaksin (62,5 persen dari sasaran) dosis pertama.
Tingkat vaksinasi dosis lengkap bertambah 756.960 orang per hari Kamis (11/11). Secara keseluruhan, jumlah warga Indonesia yang telah mendapatkan dosis lengkap sebanyak 81.711.099 jiwa.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan jumlah total vaksin yang telah hadir di Indonesia baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku berjumlah 312.335.760 dosis.
Berdasarkan data Kemenkes per tanggal 26 Oktober 2921, tingkat vaksinasi di Kabupaten Wakatobi dosis pertama baru mencapai 22,47 persen dan dosis kedua 9,94 persen.
Adanya penduduk yang mendapatkan suntikan pertama vaksin itu membuat kini terdapat 112.271.928 orang yang sudah melakukan vaksinasi pertama dari dua kali program vaksinasi yang dijalankan pemerintah.
Jangka waktu pemberian dosis pertama dan kedua, masing-masing vaksin tidak sama. Semisal, untuk AstraZeneca jarak pemberian mencapai 12 pekan, sedangkan Sinovac hanya empat pekan.