LANGIT7.ID, Jakarta - - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan cakupan vaksinasi di Indonesia dari 208,2 juta sasaran, sekitar 215,6 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 130,3 juta orang yang menerima vaksin (62,5 persen dari sasaran) dosis pertama.
Lebih dari 84,1 juta di antaranya (40,4 persen) sudah mendapatkan dosis kedua. Untuk vaksinasi ketiga atau booster bagi tenaga kesehatan sudah diberikan sebanyak 1,19 juta (81 persen).
Baca juga: Satgas Covid-19: Vaksinasi di Kepri Tembus 85,15 persenJuru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmidzi, mengatakan dengan demikian Indonesia telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni mampu memberikan vaksinasi lengkap setidaknya 40% populasi pada akhir tahun 2021.
"Indonesia berhasil mencapainya lebih cepat dari target WHO tersebut," kata Nadia di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (15/11).
Nadia menjelaskan hingga Ahad (14/11), sebanyak 84,1 juta atau 40,4 persen populasi masyarakat Indonesia telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua atau lengkap. Pencapaian ini merupakan kerja keras seluruh komponen bangsa sebagai penyelenggara vaksinasi dan juga partisipasi dari seluruh rakyat Indonesia.
Stok vaksin Covid-19 di Indonesia saat ini sebanyak 342,5 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi dan bulk. Terakhir, Indonesia menerima 4 juta dosis vaksin Sinovac pada Sabtu (13/11).
Baca juga: Kemenkes: 81.711.099 Penduduk Indonesia Telah Divaksin Lengkap"Masyarakat tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. Tidak perlu memilih merk vaksin, gunakan vaksin yang tersedia terlebih dulu saat ini. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat," ujar Nadia.
Nadia juga menuturkan jika vaksin membuat tubuh relatif lebih tahan serangan virus, bisa menghindarkan dari gejala, perawatan di rumah sakit dan mengurangi risiko kematian.
"Akan tetapi tidak menjadikan seseorang kebal 100% terhadap infeksi virus, sehingga masih dapat tetap tertular dan menularkan. Bagi yang sudah divaksin agar tetap menjalankan protokol kesehatan 5M," tuturnya.
Sebelumnya, WHO menargetkan setiap negara untuk memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasinya pada akhir bulan september 2021. Sekurangnya 40 persen pada akhir tahun 2021 ini dan 70 persen populasi dunia pada pertengahan 2022.
Baca juga: Vaksinasi Anak Tahun 2022, Indonesia Butuh 58,7 Juta Dosis(asf)