Bank Mega Syariah mencatat lonjakan pembiayaan emas syariah Flexi Gold hingga menembus Rp43 miliar per Mei 2026, tumbuh 1.688 persen secara year to date. Kenaikan harga emas dan ketidakpastian global mendorong minat masyarakat berinvestasi sesuai prinsip syariah.
Bank Mega Syariah mencatat lonjakan pembiayaan emas Flexi Gold hingga 1.236 persen pada awal 2026. Produk cicilan emas ini ikut mendorong pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan.
Efisiensi operasional dan strategi pendanaan dorong kinerja Bank Mega Syariah kuartal I 2026 tetap kuat, dengan margin meningkat dan pembiayaan tumbuh.
Pembiayaan haji khusus Bank Mega Syariah tumbuh 180 persen tanpa kredit macet. Dapatkan fasilitas limit 65 juta tanpa agunan untuk ibadah yang lebih terencana.
Tabungan haji Bank Mega Syariah tumbuh pesat berkat minat besar Gen Z dan Milenial. Simak strategi digital dan tren menabung haji sejak dini selengkapnya di sini.
Penurunan biaya haji 2026 menciptakan momentum baru bagi Bank Mega Syariah. Dengan pertumbuhan Tabungan Haji dan meningkatnya minat masyarakat, bank ini optimistis memperkuat layanan ibadah melalui digitalisasi dan kolaborasi ekosistem syariah.
Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan 25,8% yoy hingga Oktober 2025, jauh melampaui industri. Lonjakan dipimpin Syariah Card dan segmen konsumer, sementara DPK tumbuh 16,9% dan profitabilitas tetap solid.
Bank Mega Syariah mencatat lonjakan dana kelolaan wealth management hingga Rp125 miliar per September 2025. Pertumbuhan 112% ini ditopang reksa dana syariah yang naik 433% berkat kolaborasi strategis dengan Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) untuk memperluas akses investasi halal di Indonesia.
Bank Mega Syariah optimistis Syariah Card akan terus tumbuh di tengah maraknya layanan BNPL dan fintech. Dengan prinsip keuangan halal dan sistem transparan tanpa bunga, produk ini menjadi pilihan aman bagi masyarakat yang ingin menjaga gaya hidup finansial syariah.