LANGIT7.ID-Jakarta; Penurunan biaya penyelenggaraan haji 2026 yang ditetapkan pemerintah mulai memberi dampak pada industri perbankan syariah. Kebijakan ini membuat biaya yang harus dipenuhi calon jemaah jauh lebih ringan, sehingga mendorong masyarakat untuk mulai menabung lebih cepat.
Situasi tersebut menjadi pemicu meningkatnya aktivitas pembukaan produk perencanaan ibadah, termasuk di Bank Mega Syariah. Institusi ini melihat perubahan regulasi sebagai ruang pertumbuhan sekaligus peluang memperkuat posisi di segmen layanan haji dan umrah.
Optimisme itu ditegaskan Sales & Distribution Division Head Bank Mega Syariah, Dila Karnela Peter, yang menilai tren penurunan biaya haji membuka momentum baru bagi pertumbuhan industri.
“Momentum tersebut menciptakan peluang bagi industri perbankan syariah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/12/2025).
Kinerja Tabungan Haji Menguat Jelang 2026Hingga Oktober 2025, Bank Mega Syariah menunjukkan kinerja solid pada produk Tabungan Haji. Dana kelolaan Tabungan Haji mencapai sekitar Rp324,2 miliar, tumbuh 9% year to date, sementara jumlah nasabah naik sekitar 6% dibanding akhir 2024. Pertumbuhan nasabah paling menonjol berasal dari kawasan Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Kontribusi Tabungan Haji terhadap total tabungan di Bank Mega Syariah tercatat lebih dari 20%, menandakan bahwa kebutuhan perencanaan ibadah tetap menjadi salah satu produk yang paling diminati masyarakat.
Pada sisi pasar, perseroan mencatat pangsa layanan haji dan umrah terus meningkat. Tingginya literasi keuangan syariah serta kemudahan akses layanan digital turut memperkuat minat masyarakat untuk menyiapkan biaya ibadah.
Digitalisasi M-Syariah Dorong Akses Perencanaan IbadahKemudahan akses menjadi salah satu faktor pertumbuhan. Melalui aplikasi M-Syariah, nasabah dapat melakukan setoran, mengecek perkembangan saldo, serta mengakses informasi secara real-time. Fitur ini membuat proses menabung lebih mudah dan sesuai kebutuhan generasi yang menginginkan layanan cepat dan praktis.
Dila kembali menegaskan komitmen mereka dalam memperluas fitur dan akses Tabungan Haji.
“Tabungan Haji terus kami kembangkan baik dari sisi fitur maupun aksesibilitas. Kami optimistis trennya akan terus tumbuh positif seiring dengan biaya haji yang semakin terjangkau dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merencanakan ibadah sejak dini,” katanya.
Perlindungan & Kenyamanan Jemaah Jadi Fokus LayananUntuk memberikan keamanan selama proses menabung, Bank Mega Syariah menyiapkan perlindungan asuransi jiwa MALIKA (Mega Amanah Perlindungan Keluarga) bagi pemilik Tabungan Haji. Selain itu, kenyamanan transaksi di Tanah Suci juga difasilitasi melalui Syariah Card, yang menawarkan kemudahan pembayaran serta promo pendukung kebutuhan ibadah.
Bangun Ekosistem Haji & Umrah Lewat KolaborasiBank Mega Syariah menilai ekosistem haji dan umrah memiliki potensi besar. Karena itu, mereka aktif bermitra dengan berbagai pihak seperti PPIU/PIHK, perusahaan fintech syariah, lembaga pendidikan, hingga penyedia layanan halal.
Kolaborasi ini diselaraskan dengan komitmen memperkuat ekosistem halal nasional, termasuk layanan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) melalui kanal digital.
Dila menutup dengan komitmen jangka panjang perseroan.
“Kami ingin menghadirkan solusi keuangan syariah yang komprehensif untuk mendampingi masyarakat dalam perjalanan ibadahnya dari awal hingga akhir. Melalui penguatan ekosistem haji dan umrah serta inovasi produk digital, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merencanakan ibadah dengan lebih mudah, aman, dan nyaman,” pungkasnya.
(lam)