Para sahabat tentu lebih mengetahui Al-Quran dan apa-apa yang tercantum di dalamnya, tapi tidak seorang pun di antara mereka yang menyatakan bahwa Al-Quran mencakup seluruh cabang ilmu pengetahuan.
Dalam menghadapi para pengingkar, Al-Qur'an seringkali mengemukakan alasan-alasan pengingkaran, baru kemudian menanggapi dan menolaknya. Hal demikian terlihat dengan jelas dalam uraian Al-Qur'an tentang hari akhir.
Ada dua hal pokok berkaitan dengan keimanan yang mengambil tempat tidak sedikit dalam ayat-ayat Al-Quran. Pertama adalah uraian serta pembuktian tentang keesaan Allah SWT, dan kedua adalah uraian dan pembuktian tentang hari akhir.
Ayat-ayat al-Qur'an dan hadis-hadis sahih telah menginformasikan bahwa kiamat sudah dekat. Munculnya sebagian besar tanda-tanda kiamat merupakan bukti bahwa akhir dunia sudah di depan pintu.
Di sini terbukti bahwa ayat-ayat Al-Quran telah sanggup memblokade paham-paham jahiliah dari segala segi sehingga mereka tidak lagi mempunyai arti dan kedudukan dalam rasio dan alam pikiran sehat.
Muhammad SAW, pada awal turunnya wahyu pertama (iqra'), belum dilantik menjadi Rasul. Dengan wahyu pertama itu, beliau baru merupakan seorang nabi yang tidak ditugaskan untuk menyampaikan apa yang diterima.
Belajar dari deretan ramalan kiamat yang selalu meleset membuat masyarakat sulit memercayai prediksi kapan datangnya hari akhir itu. Kendati demikian, Islam telah menginformasikan tentang tanda-tanda datangnya kiamat.
Al-Quran Al-Karim yang terdiri dari 114 surah dan susunannya ditentukan oleh Allah SWT. Dengan cara tauqifi, tidak menggunakan metode sebagaimana metode-metode penyusunan buku-buku ilmiah.
Seorang ahli berkomentar bahwa tantangan yang sedemikian lantang ini tidak dapat dikemukakan oleh seseorang kecuali jika ia memiliki satu dari dua sifat: gila atau sangat yakin.
Dalam Al-Quran disebutkan ada empat ayat yang merujuk pada kata Sidr yaitu pada QS Saba 34 ayat 16, QS an-Najm 53 ayat 14 dan 16, dan QS al-Waqiah 56 ayat 28.
Pada mulanya Abu Bakar ragu menerima usul tersebut --dengan alasan bahwa pengumpulan semacam itu tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW-- namun pada akhirnya Umar r.a. dapat meyakinkannya.
Allah menjamin keotentikan Al-Quran, jaminan yang diberikan atas dasar Kemahakuasaan dan Kemahatahuan-Nya, serta berkat upaya-upaya yang dilakukan oleh makhluk-makhluk-Nya, terutama oleh manusia.
Untuk menjelaskan peristiwa Isra dan Mikraj bisa menggunakan Teori Relativitas Umum. Berarti mengisyaratkan adanya ruang dengan dimensi tinggi, immaterial atau gaib di sekitar kita