Lailatul Qadar menjadi momentum kolosal turunnya jutaan malaikat bersama Jibril ke bumi. Kehadiran entitas cahaya ini membawa misi tunggal: menebar keberkahan, rahmat, dan kedamaian bagi hamba yang terjaga.
Diriwayatkan bahwa ketika rambut Adam mulai tumbuh di kepalanya dan kuku-kukunya mulai memanjang, Jibril datang kepadanya seraya memotong rambut dan kukunya, kemudian rambut dan kukunya dikubur di dalam tanah.
Dari sudut pandang studi Al-Quran, kewajiban mempercayai adanya takdir tidak secara otomatis menyatakannya sebagai satu di antara rukun iman yang enam. Al-Quran tidak menggunakan istilah rukun untuk takdir.
Sebelum menjadi nabi dan rasul, Muhammad gemar menyendiri di Gua Hira pada tiap tahun di bulan Ramadan. Dalam pengasingan itu beliau melakukan tahannuth yaitu menjauhkan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Suatu hari segolongan orang pemeluk Yahudi di Madinah mendatangi Rasulullah SAW . Mereka menanyakan 5 perkara. Jika jawaban Rasulullah dianggap benar maka mereka akan masuk Islam.
Tentang Iman, beliau bersabda: Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman ke pada takdir baik maupun takdir buruk.
Di antara para malaikat ada malaikat yang sangat dekat kedudukannya kepada Allah taala: al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah).
Malaikat (adalah makhluk yang) diciptakan dari cahaya, sedang jin itu diciptakan dari api neraka yang menyala-nyala, adapun Adam diciptakan dengan apa yang kalian disifati
Sebelum Rasulullah SAW diperjalankan dalam Isra dan Mikraj, Jibril membelah bagian antara tenggorokan sampai bagian ulu hati beliau. Bukan itu saja, Jibril lalu mencuci isi dada dan perut beliau dengan memakai air zamzam.
Surat An-Najm ayat 13-18 menceritakan kisah tentang bagaimana Rasulullah SAW naik ke langit hingga ke sidratul muntaha dan melihat wujud malaikat Jibril dalam keadaan aslinya.
Al-Qur'an mengungkapkan bahwa di dekat Sidratul Muntaha terdapat surga. Di Sidratul Muntaha pulalah Rasulullah melihat Malaikat Jibril dalam wujud aslinya yang memilki 600 sayap.