Bermain di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Senin (11/10/2021) kedua pasangan bermain ketat pada awal gim pertama. Kedua ganda saling kejar-mengejar angka dengan memainkan permainan tempo cepat.
Berturut-turut, Ginting terus tertinggal dari Kantaphon. Mulai dari 9-12, 10-14, hingga 13-16. Barulah Ginting bangkit untuk memperkecil ketinggalan pada kedudukan 15-16.
Kedua kubu terus menampilkan permainan sengit hingga kedudukan menjadi imbang 20-20. Pada akhirnya, Siti/Ribka lah yang mampu mengunci kemenangan dengan skor 22-20.
Tim Thomas Indonesia harus segera melupakan kemenangan 5-0 atas Aljazair. Pasalnya, Thailand bermain cukup baik saat menaklukkan Taiwan yang notabene lebih diunggulakan.
Memasuki interval kedua, permainan yang ditampilkan Apriyani/Putri cukup membuat Lambert/Tran kesulitan mengejar poin. Bahkan, ganda putri Indonesia sempat unggul jauh 19-9 sebelum memastikan kemenangan 21-10 di gim kedua.
Pebulu tangkis berusia 19 tahun itu mampu meminimalisir kesalahan yang dilakukan pada gim pertama. Terbukti, Huet hanya tertahan di angka ketiga, dan tertinggal 12 angka, dengan skor 15-3.
Mengandalakan pukulan-pukulan dropshoot, Tunjung mampu mengakhiri interval pertama dengan kedudukan 11-8. Setelahnya, Tunjung mampu mendikte permainan Batomene.
Susunan pemain Indonesia diubah ketika ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu akan disandingkan dengan Putri Syaikah untuk melawan Margot Lambert-Anne Tran pada ganda putri di partai ketiga.
Chico Aura Dwi Wardoyo menjadi pemain ketiga juga menyumbang angka untuk Skuad Garuda setelah debutan ini bertarung selama 27 menit untuk mengalahkan Adel Hamek dengan 21-11, 21-6.
Pasangan Greysia/Apriyani bermain cantik dan stabil. Begitu pula dengan Ribka/Fadia yang pada awalnya bahu Fadia sedikit bermasalah, ternyata sudah pulih.
Pada Piala Thomas edisi ini, Indonesia tergabung dalam Grup A bersama dengan Aljazair, Thailand dan Taiwan. Tim Garuda selanjutnya menghadapi Thailand pada Senin 11 Oktober pukul 18.30 WIB dan terakhir Taiwan pada Rabu 13 Oktober pukul 13.30 WIB.
Greysia/Apriyani dipaksa bermain lambat dengan reli-reli panjang. Hal ini dilakukan untuk menguaras tenaga sambil memberikan serangan kejutan saat melihat posisi lawan yang mulai lengah.