Greysia Polii/Apriyani Rahayu dinobatkan sebagai Pair of the Year atau pasangan terbaik tahun ini oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada Jumat (3/12).
Selepas jeda, permainan Praveen/Melati seperti kehilangan fokus. Pasangan berjuluk Honey Couple ini acapkali kehilangan poin yang memberikan keuntungan bagi Tang/Tse.
Hendra bahkan mengaku melawan Presiden lebih sulit dibandingkan melawan pasangan ganda putra nomor satu dunia saat ini, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Mundurnya ganda putra India ini dikarenakan cedera lutut yang dialami Shetty. Ia sebelumnya juga mendapat perawatan terkait cedera lututnya saat di Olimpiade Tokyo 2020.
Meski kalah, Greysia/Apriyani tetap optimistis bisa lolos ke babak semifinal. Mengingat di laga pembuka Grup A, Greysia/Apriyani menang dari wakil Thailand, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.
Meski tertinggal, Marcus/Kevin tampak bermain dengan tenang. Lee/Wang sempat mencapai game point lebih dulu, akhirnya kalah setelah Marcus/Kevin menutup kemenangan di gim pertama dengan 23-21.
Selepas jeda, Praveen/Melati tak bisa membendung permainan Dechapol/Sapsiree yang tampil agresif. Bola-bola silang yang diperagakkan Dechapol/Sapsiree kerap menyulitkan pasangan ganda campuran Indonesia.
Menpora Amali berharap penerapan prokes di gelaran IBF kali ini bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menyelenggarakan kejuaraan internasional.
Menurut Apri, konsistensi tidak hanya soal menjaga strategi, tapi juga memastikan keunggulan bisa dijaga. Saat posisi unggul, mereka langsung merapatkan pertahanan.
Selepas interval, kedua pasangan langsung terlibat reli panjang hingga 52 pukulan. Jongkolphan/Rawinda mencoba bangkit dan memperkecil kedudukan menjadi 8-12.