ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) memberi dukungan kuat terhadap langkah reformasi strategis pasar modal Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga menyambut baik dukungan tersebut.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghormati penilaian independen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia. Bahkan OJK berkomitmen untuk menjawab penilaian tersebut melalui reformasi konkret, konsisten dan berkelanjutan.
OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO) Pasar Modal menggelar dialog bersama sejumlah pelaku pasar modal, membahas perkembangan pasar modal dalam negeri serta mewujudkan komitmen memperkuat implementasi Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati pengumuman yang dirilis oleh lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. pada 15 Oktober 2026, di mana MSCI menyatakan akan memulai periode konsultasi atas proposal reklasifikasi status Indonesia.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan strategi baru tahun 2026 dengan fokus pada peningkatan kualitas investor dan diversifikasi produk efek. Melalui RKAT 2026, BEI menargetkan RNTH Rp14,5 triliun, 2 juta investor baru, dan pertumbuhan laba 18 persen untuk memperkuat fondasi pasar modal nasional.
BRI kembali ditunjuk sebagai Bank Pembayaran dan Administrator RDN oleh KSEI untuk 2024-2029. Dengan pertumbuhan RDN 32% dalam 3 tahun terakhir, BRI optimis meningkatkan nasabah baru. Melalui BRImo, nasabah dapat membuka rekening efek dan RDN, serta mengecek portofolio. BRI berkomitmen mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia.